PROKAL.CO, SAMARINDA-Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (DPP IKA FISIP), Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, menggelar diskusi panel seputar kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Diskusi panel dengan tema IKN sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia; Format dan Peran Strategis Kaltim sebagai Daerah Mitra IKN itu digelar pada Senin, 26 Januari 2026, di Ruang Tepian, Kantor Gubernur Kaltim.
Sejumlah tokoh dan pejabat hadir sebagai pembicara.
“Ibu kota juga menjadi pusat inovasi negara, dengan adanya lembaga-lembaga penelitian, inkubator bisnis, dan lain-lain. Dengan demikian, ibu kota suatu negara memiliki peran dan fungsi strategis yang sangat penting dalam meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Irianto juga mengingatkan, sudah banyak negara yang memindah ibu kotanya. Ada yang berhasil ada yang belum.
Yang berhasil, dan bisa menjadi contoh, seperti Brasil yang memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada 1960.
Saat itu Brasil ingin mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi kepadatan penduduk.
Ada juga Nigeria yang memindahkan ibu kota dari Lagos ke Abuja pada tahun 1991.
Kazakstan memindahkan ibu kota dari Almaty ke Astana (sekarang Nur-Sultan) pada 1997.
Juga Australia yang memindahkan ibu kota dari Melbourne ke Canberra pada tahun 1913 untuk menciptakan ibu kota yang netral dan strategis
Sementara negara yang dinilai belum berhasil setelah memindahkan ibu kotanya juga ada beberapa.
Baca Juga: Yamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal !
Seperti, Tanzania memindahkan ibu kota dari Dar es Salaam ke Dodoma pada tahun 1970-an, tapi prosesnya masih lambat dan banyak fungsi pemerintahan masih berada di Dar es Salaam.
Pantai Gading memindahkan ibu kota dari Abidjan ke Yamoussoukro pada tahun 1983, tapi banyak fungsi pemerintahan masih berada di Abidjan.
Myanmar memindahkan ibu kota dari Yangon ke Naypyidaw pada tahun 2005, tapi prosesnya masih dipertanyakan dan banyak warga yang tidak menetap di ibu kota baru. (*)