BALIKPAPAN – Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada momen Idulfitri 1447 Hijriah/2026 tercermin dari lonjakan tajam volume kendaraan. Data terbaru dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mencatat sebanyak 54.157 kendaraan telah melintasi jalur tol fungsional IKN dalam periode 13 hingga 24 Maret 2026.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengungkapkan bahwa kepadatan mulai mencapai puncaknya sejak Minggu (22/3) hingga Selasa (24/3). Jalur ini menjadi pilihan utama bagi pemudik maupun warga yang ingin berwisata, baik dengan tujuan akhir IKN maupun yang meneruskan perjalanan menuju Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Mulai hari Minggu, Senin, dan Selasa ini traffic Tol IKN cukup tinggi. Tujuan terbanyak adalah ke dan dari kawasan IKN,” ujar Yudi dalam keterangannya, Selasa (24/3).
Berdasarkan catatan statistik, puncak kepadatan tertinggi dalam satu hari terjadi pada Senin, 23 Maret 2026. Dalam rentang waktu 12 jam (pukul 06.00–18.00 WITA), sebanyak 10.879 kendaraan memadati jalur tersebut. Secara mendetail, arus dari arah Balikpapan-Samarinda (Balsam) menuju IKN dan Kalsel mendominasi dengan 5.774 kendaraan, sementara arus sebaliknya tercatat sebanyak 5.105 kendaraan.
Tingginya volume kendaraan juga berdampak pada ramainya fasilitas pendukung. Rest area 5A dan 5B menjadi titik singgah favorit, di mana tercatat ratusan kendaraan berhenti untuk beristirahat. Meskipun cuaca dilaporkan cerah dan mendukung kelancaran, petugas di lapangan tetap disibukkan dengan beberapa kendala teknis yang dialami pemudik.
“Kondisi cuaca memang cerah, namun ada beberapa kejadian seperti tiga kendaraan mengalami pecah ban, tiga mengalami gangguan mesin, dan empat kendaraan kehabisan bahan bakar,” tambah Yudi.
Memasuki hari Selasa (24/3), tren volume kendaraan masih berada di angka yang tinggi, yakni mencapai 9.365 unit. Yudi menegaskan bahwa pembukaan tol secara fungsional ini terbukti sangat efektif sebagai jalur alternatif strategis untuk mengurai penumpukan kendaraan di jalan nasional yang lama.
Keberhasilan pengelolaan arus ini tidak lepas dari pemantauan intensif dan respons cepat tim BBPJN di lapangan. Lonjakan trafik ini sekaligus menjadi bukti nyata meningkatnya mobilitas dan daya tarik kawasan IKN sebagai magnet baru bagi masyarakat di Pulau Kalimantan, baik untuk keperluan silaturahmi maupun melihat langsung progres pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria