Penemuan Langka dalam 75 Tahun: Spesies Monyet Baru 'Likweli' Berbibir Oranye Teridentifikasi di Kongo

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Colobus congoensis
Colobus congoensis

 
KONGO — Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies monyet baru di pedalaman hutan Republik Demokratik Kongo. Primata yang secara ilmiah diberi nama Colobus congoensis—dan dikenal oleh penduduk lokal dengan sebutan "Likweli"—ini menjadi penemuan spesies monyet Afrika baru yang kelima dalam kurun waktu 75 tahun terakhir.

Secara fisik, Likweli memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan jenis monyet colobus lainnya. Spesies ini sangat mudah dikenali berkat bulu berwarna oranye yang melingkari bagian mulutnya. Uniknya, saat monyet ini mengeluarkan auman khasnya, bibirnya akan mengerucut dan membentuk pola huruf 'O' berwarna oranye pucat.

Berbeda dengan kebanyakan primata liar yang cenderung panik saat berhadapan dengan manusia, Likweli memiliki sifat yang sangat tenang dan penuh kewaspadaan.

“Saat kami menjumpai kelompok monyet ini, mereka biasanya tidak melarikan diri seperti primata lainnya. Sebaliknya, mereka memanjat lebih tinggi ke kanopi pohon dan sekadar mengamati kami,” ungkap Kate Detwiler, ilmuwan dari Florida Atlantic University yang terlibat langsung dalam penemuan tersebut.

Colobus congoensis
Colobus congoensis

“Dalam beberapa kesempatan, mereka tetap berdiam di tempat selama lebih dari satu jam, mengamati dengan tenang sementara kami juga mengamati mereka. Rasanya seolah-olah kami sedang meneliti satu sama lain," tambahnya.

Ekspedisi Panjang di Taman Nasional Lomami

Jejak Likweli mulai diburu lewat sebuah ekspedisi yang diluncurkan pada tahun 2020. Penjelajahan ini dipicu oleh adanya laporan penampakan monyet misterius yang berkeliaran di kawasan Taman Nasional Lomami. Melalui pengumpulan bukti berupa foto dan video, para ilmuwan akhirnya menyimpulkan bahwa Likweli adalah spesies baru yang masih berkerabat dekat dengan monyet colobus hitam. Temuan penting ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah PLOS One.

Namun, di balik kegembiraan penemuan ini, tersimpan ancaman kepunahan yang nyata. Likweli hanya ditemukan dalam kelompok-kelompok kecil yang tersebar di area hutan seluas 650 mil persegi, tepatnya di antara aliran Sungai Lomami dan Sungai Lilo. Saking langkanya, primata ini bahkan tidak diketahui keberadaannya oleh sebagian besar penduduk setempat.

“Menemukan spesies monyet baru adalah kejadian yang luar biasa langka. Hal ini menegaskan betapa banyaknya keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi di Lembah Kongo, sekaligus menunjukkan betapa mendesaknya upaya untuk melindungi area kecil tempat spesies ini hidup,” tegas Detwiler.

Mengingat jumlah populasinya yang sangat sedikit dan wilayah jelajahnya yang sangat terbatas, para peneliti secara resmi merekomendasikan agar Likweli segera diklasifikasikan sebagai hewan yang terancam punah (endangered). (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
monyet