Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arab Saudi Tegaskan Larangan Penggunaan Wilayahnya untuk Aksi Militer Terhadap Iran

Redaksi Prokal • 2026-01-28 12:25:48
Jet tempur F-35 US Air Force.
Jet tempur F-35 US Air Force.

 

ISTANBUL – Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menegaskan komitmen kerajaannya untuk tidak terlibat dalam aksi militer apa pun yang menargetkan Iran. Dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa, MBS menyatakan bahwa Arab Saudi tidak akan memberikan izin bagi pihak mana pun untuk menggunakan wilayah udara maupun teritorialnya sebagai basis serangan terhadap Republik Islam Iran, apa pun tujuannya.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat upaya deeskalasi di kawasan Timur Tengah. Bin Salman menekankan bahwa Kerajaan menghormati kedaulatan Iran dan tetap konsisten mendukung penyelesaian setiap perselisihan melalui jalur dialog. Menurut laporan Kantor Berita Saudi (SPA), langkah ini diambil demi meningkatkan keamanan dan stabilitas kawasan yang tengah dibayangi ketegangan antara Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Merespons dukungan tersebut, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasinya atas solidaritas yang ditunjukkan negara-negara Islam. Di tengah ancaman serangan militer dari pihak Barat, Pezeshkian menekankan pentingnya persatuan umat Muslim sebagai fondasi untuk membangun kawasan yang aman dan maju. Ia meyakini bahwa kerja sama antarnegara Islam adalah kunci untuk menggagalkan upaya provokasi konflik yang dilakukan oleh pihak luar.

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat dan Israel. Ia menuduh kedua negara tersebut berupaya melakukan tekanan ekonomi serta memicu kerusuhan di dalam negeri untuk melemahkan Iran, serupa dengan skenario yang terjadi di Suriah atau Libya. Namun, ia menegaskan bahwa kesadaran rakyat Iran telah mematahkan rencana tersebut. Presiden Iran juga menyoroti inkonsistensi Amerika Serikat dalam diplomasi internasional, merujuk pada pelanggaran kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai dengan negara-negara Eropa.

Meski demikian, Iran menyatakan tetap membuka pintu bagi setiap proses perdamaian dan upaya penghindaran konflik selama dilakukan dalam kerangka hukum internasional. Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap tersedia dalam menghadapi Teheran. Menanggapi gertakan tersebut, para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan yang diluncurkan oleh AS akan memicu respons yang cepat dan menyeluruh dari pihak Teheran.(*)

Editor : Indra Zakaria