Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Operasi Besar di Balochistan: Militer Pakistan Klaim Tumpas 216 Teroris dalam Serangkaian Serangan Balasan

Redaksi Prokal • 2026-02-06 12:30:00
Sebuah ambulans memasuki lokasi serangan pihak keamanan terhadap teroris di Quetta, provinsi Balochistan, Pakistan, Sabtu (31/1/2026).
Sebuah ambulans memasuki lokasi serangan pihak keamanan terhadap teroris di Quetta, provinsi Balochistan, Pakistan, Sabtu (31/1/2026).

ISLAMABAD – Militer Pakistan mengumumkan keberhasilan operasi antiteroris skala besar di Provinsi Balochistan, wilayah barat daya negara tersebut. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (5/2), sayap media militer Pakistan, Inter-Services Public Relations (ISPR), melaporkan sebanyak 216 teroris tewas setelah pasukan keamanan berhasil membongkar sel-sel perlawanan yang mengancam stabilitas wilayah tersebut.

Operasi intensif ini diluncurkan sejak 29 Januari 2025, berdasarkan informasi intelijen kredibel yang mengindikasikan adanya rencana serangan mendesak terhadap penduduk sipil. Fokus utama operasi ini adalah menangkal serangkaian serangan dari kelompok terlarang Tentara Pembebasan Balochistan (BLA), yang selama ini aktif melakukan aksi kekerasan di wilayah tersebut.

Namun, keberhasilan ini harus dibayar mahal. Pihak militer mengonfirmasi bahwa 22 personel pasukan keamanan dan penegak hukum gugur dalam tugas. Selain itu, kekejaman kelompok teroris juga merenggut nyawa 36 warga sipil yang terjebak dalam berbagai serangan selama periode operasi berlangsung.

"Pasukan keamanan telah melakukan upaya penyisiran dan sanitasi secara berkelanjutan melalui kampanye operasi berbasis intelijen yang diperluas. Tujuannya adalah untuk membongkar total sel-sel tidur teroris di berbagai wilayah strategis," tulis pernyataan resmi ISPR.

Dalam penggerebekan tersebut, militer Pakistan juga berhasil menyita simpanan senjata dalam jumlah besar. Barang bukti yang diamankan meliputi amunisi, bahan peledak, serta berbagai peralatan tempur canggih yang teridentifikasi berasal dari luar negeri. Temuan ini semakin memperkuat dugaan adanya dukungan eksternal terhadap kelompok separatis di Balochistan.

Pascapenumpasan ini, militer Pakistan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan di perbatasan dan memastikan keselamatan warga Balochistan dari ancaman terorisme. Kondisi di beberapa wilayah dilaporkan mulai terkendali, meski pasukan keamanan tetap disiagakan untuk mencegah sisa-sisa kelompok militan kembali melakukan konsolidasi. (*)

Editor : Indra Zakaria