Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ketegangan Meningkat: Iran Kerahkan Rudal Balistik Jarak Jauh di Tengah Ancaman Armada Amerika Serikat

Indra Zakaria • 2026-02-06 12:50:00
Khorramshahr-4
Khorramshahr-4

TEHERAN – Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengerahkan rudal balistik jarak jauh terbaru mereka, Khorramshahr-4, di salah satu pangkalan militernya. Laporan dari media resmi Iran, PressTV, pada Kamis (5/2/2026), mengonfirmasi bahwa pengerahan ini menandai masuknya rudal tersebut ke dalam doktrin pertahanan aktif Teheran.

Khorramshahr-4 dikenal sebagai senjata strategis yang memiliki daya jangkau hingga 2.000 kilometer serta kemampuan membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram, sebuah spesifikasi yang memperkuat daya tawar militer Iran di kawasan.

Langkah penguatan militer Iran ini terjadi di tengah ancaman serius yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebelumnya pada Januari lalu, Trump mengeklaim bahwa sebuah armada besar militer AS tengah bergerak menuju Iran sebagai bentuk tekanan agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan.

Washington mendesak adanya kesepakatan baru yang dianggap lebih adil, yang mewajibkan Iran untuk sepenuhnya meninggalkan ambisi senjata nuklirnya. Trump bahkan memberikan peringatan keras bahwa kegagalan dalam mencapai kesepakatan akan berujung pada serangan militer yang dampaknya jauh lebih destruktif dibandingkan konfrontasi-konfrontasi sebelumnya.

Meskipun retorika militer terus menguat di kedua belah pihak, celah diplomasi masih tetap diupayakan melalui jalur perundingan. Utusan Khusus Presiden AS, Steve Witkoff, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Oman pada Jumat ini untuk membahas kelanjutan program nuklir tersebut. Pertemuan di Oman dipandang sebagai titik krusial untuk meredakan ketegangan global, di mana dunia internasional tengah menantikan apakah jalur dialog mampu meredam potensi konflik terbuka yang dapat dipicu oleh pengerahan rudal terbaru Iran maupun kehadiran armada militer Amerika Serikat di wilayah tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria