ST. PETERSBURG – Ambisi penjelajahan antariksa Rusia memasuki babak baru yang ambisius dengan target pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di permukaan Bulan. Presiden Institut Kurchatov Rusia, Mikhail Kovalchuk, mengungkapkan bahwa proyek mercusuar ini diproyeksikan mulai terealisasi dalam rentang lima hingga tujuh tahun ke depan.
Dalam sebuah pertemuan pemerintah di wilayah Leningrad pada Kamis (19/3), Kovalchuk bahkan telah menguraikan cetak biru desain potensial yang akan menjadi fondasi utama penempatan fasilitas nuklir tersebut di satelit bumi.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Rosatom, Alexei Likhachev, memberikan rincian teknis mengenai kapasitas pembangkit listrik lunar masa depan ini. Rencananya, unit pembangkit tersebut akan memiliki daya setidaknya 5 kW dengan masa operasional yang dirancang mampu bertahan hingga 10 tahun. Saat ini, Rosatom tengah bersinergi dengan Institut Kurchatov dan perusahaan antariksa negara, Roscosmos, untuk menyempurnakan rancangan fasilitas yang diharapkan menjadi sumber energi utama bagi misi jangka panjang di Bulan.
Proses realisasi di lapangan sendiri diperkirakan akan memuncak pada medio 2033 hingga 2035. Menurut CEO NPO Lavochkin, Vasily Marfin, tahapan perakitan di permukaan Bulan akan dilakukan secara bertahap dengan mengirimkan tiga unit pembangkit listrik lunar sekaligus. Sebagai produsen wahana antarplanet nirawak terkemuka, NPO Lavochkin memegang peranan krusial dalam memastikan transportasi dan penempatan teknologi nuklir ini berjalan aman dan presisi di lingkungan ekstrem antariksa.
Langkah berani ini menegaskan posisi Rusia dalam kompetisi kepemimpinan teknologi global, di mana keberadaan sumber energi stabil seperti nuklir menjadi kunci bagi keberlanjutan koloni atau stasiun penelitian di Bulan. Dengan kolaborasi lintas lembaga strategis, Rusia optimistis bahwa kemandirian energi di luar angkasa bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan target nyata yang akan dicapai dalam satu dekade mendatang.(*)
Editor : Indra Zakaria