Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi KMP KC-135 Stratotanker: Seluruh Awak Gugur Tanpa Kesempatan Evakuasi

Redaksi Prokal • Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:35 WIB

Sebuah KC-135 Stratotanker sedang mengisi bahan bakar jet tempur-bomber F-15C Eagle dalam sebuah latihan di atas wilayah Jepang.
Sebuah KC-135 Stratotanker sedang mengisi bahan bakar jet tempur-bomber F-15C Eagle dalam sebuah latihan di atas wilayah Jepang.

PROKAL.CO- Sebuah fakta menyakitkan terungkap di balik jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker milik Amerika Serikat dalam misi "Operation Epic Fury" pada 12 Maret lalu. Keenam awak pesawat yang gugur dipastikan tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri menggunakan parasut saat pesawat menghujam gurun di Irak Barat. Hal ini dikarenakan Angkatan Udara AS telah menghapus penggunaan parasut dari armada KC-135 sejak hampir dua dekade silam.

Keputusan penghapusan parasut yang dilakukan pada tahun 2008 tersebut kembali memicu perdebatan panas. Pihak Angkatan Udara berdalih bahwa melompat keluar (bailing out) dari pesawat jet sebesar Stratotanker jauh lebih berbahaya daripada upaya melakukan pendaratan darurat. Arus udara yang sangat kuat pada kecepatan jet berisiko melemparkan awak ke badan pesawat atau sayap, sehingga peluang bertahan hidup dianggap hampir nol. Sebagai gantinya, efisiensi berat sebesar 800 pon dari penghapusan parasut dialihkan untuk meningkatkan kapasitas angkut bahan bakar.

Namun, kritik tajam datang dari mantan anggota Kongres sekaligus veteran pilot KC-135, Adam Kinzinger. Ia menyebut penghapusan tersebut sebagai keputusan yang "bodoh" dan hanya demi penghematan ruang serta berat. Meski Kinzinger mengakui belum tentu parasut bisa menyelamatkan awak dalam kecelakaan spesifik ini, ia menegaskan bahwa setiap kru militer seharusnya tetap diberikan pilihan untuk mencoba bertahan hidup daripada tidak memiliki peluang sama sekali.

Hingga saat ini, penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut masih dalam penyelidikan, namun CENTCOM memastikan insiden ini bukan disebabkan oleh tembakan musuh. Tragedi ini menelan korban jiwa dari unit 6th Air Refueling Wing (Florida) dan 121st Air Refueling Wing (Ohio). Kejadian ini menjadi pengingat kelam akan risiko tinggi yang dihadapi para awak "jembatan udara" yang menjadi tulang punggung operasi udara AS-Israel di tengah berkecamuknya perang dengan Iran.(*)

Editor : Indra Zakaria