Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jet Tempur Siluman F-35 AS Terpaksa Mendarat Darurat, Ternyata Terkena Tembakan Iran

Redaksi Prokal • Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:45 WIB

Pesawat F-35
Pesawat F-35

PROKAL.CO- Insiden udara serius kembali mengguncang kawasan Timur Tengah setelah sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat dilaporkan terkena tembakan pasukan Iran. Ini merupakan pertama kalinya pesawat tempur AS berhasil dihantam oleh pertahanan Iran sejak konflik pecah akhir bulan lalu. Pesawat yang memiliki harga fantastis lebih dari 100 juta dolar AS tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan udara regional.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi bahwa jet tersebut mendarat dengan selamat dan pilot dalam kondisi stabil. Meski penyelidikan masih berlangsung, dua sumber internal menyebutkan bahwa pesawat itu terkena tembakan saat menjalankan misi tempur di atas wilayah udara Iran. Insiden ini membantah klaim sepihak dari pejabat pemerintahan Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa pertahanan udara Iran telah lumpuh total.

Kabar ini muncul hanya sepekan setelah jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar AS di Irak yang menewaskan seluruh kru, menambah tekanan bagi militer AS di wilayah tersebut. Hingga saat ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth melaporkan bahwa AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di Iran. Namun, serangan balasan ini telah memakan korban jiwa yang besar; otoritas Iran melaporkan 1.200 warga tewas, sementara Pentagon mengonfirmasi 13 tentara AS gugur dan lebih dari 140 lainnya luka-luka.

Di dalam negeri, konflik ini memicu pembelahan tajam di Capitol Hill. Partai Demokrat mengkritik keras keterlibatan AS sebagai tindakan ilegal dan melanggar janji kampanye perdamaian Trump. Sementara itu, jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika (53%) menolak aksi militer terhadap Iran. Di sisi ekonomi, terhentinya lalu lintas tanker di Selat Hormuz telah melambungkan harga minyak dunia melewati angka 100 dolar per barel, yang berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara. (*)

Editor : Indra Zakaria