Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Israel Usul Amerika Bangun Pangkalan Militer Baru, Siap Jadi "Rumah Utama" Pasukan Trump di Timur Tengah

Redaksi Prokal • Senin, 30 Maret 2026 - 21:45 WIB

Pesawat AS di salah satu pangkalannya di Timur Tengah.
Pesawat AS di salah satu pangkalannya di Timur Tengah.

TEL AVIV – Sebuah langkah strategis yang berpotensi merombak total peta pertahanan di Timur Tengah mulai mencuat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan kedua negara, Pemerintah Israel berencana mengusulkan kepada pemerintahan Donald Trump terkait pengembangan pangkalan militer Amerika Serikat secara masif di wilayahnya. Usulan ini mencakup pembangunan fasilitas militer baru hingga relokasi pangkalan-pangkalan AS yang saat ini tersebar di berbagai negara tetangga di Timur Tengah.

Menurut laporan eksklusif dari Channel 12 Israel pada Senin (30/3), para pejabat senior mengungkapkan bahwa rencana ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran militer AS di jantung kawasan yang paling bergejolak. Dengan memindahkan atau menambah pangkalan di dalam wilayah Israel, Tel Aviv berharap dapat menciptakan payung keamanan yang lebih terintegrasi sekaligus mengurangi ketergantungan logistik pada negara-negara Arab yang mungkin memiliki dinamika politik berbeda.

Langkah ini juga dipandang sebagai respon terhadap meningkatnya ketegangan dengan Iran. Penempatan pasukan dan aset militer AS secara permanen di Israel akan memberikan sinyal pencegahan (deterrence) yang jauh lebih kuat kepada Teheran dan sekutunya. Selain itu, relokasi pangkalan dari negara-negara lain ke Israel dianggap sebagai upaya AS untuk mencari "tuan rumah" yang lebih stabil dan memiliki keselarasan visi pertahanan yang mutlak.

"Ini adalah usulan bersejarah yang akan mengubah paradigma pertahanan regional. Israel menawarkan diri sebagai basis utama yang paling aman bagi aset-aset strategis Amerika," ujar salah satu pejabat senior yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait usulan tersebut. Namun, mengingat hubungan erat antara Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, serta kebijakan Trump yang cenderung mendukung penguatan aliansi militer secara langsung, banyak pihak meyakini usulan ini akan dipertimbangkan secara serius.

Jika rencana ini terwujud, pangkalan-pangkalan militer AS di Israel tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat operasi taktis, tetapi juga sebagai gudang persenjataan canggih yang siap dikerahkan kapan saja. Bagi Israel, kehadiran fisik pasukan AS dalam skala besar di tanah mereka adalah jaminan keamanan tertinggi di tengah ancaman perang yang terus membayangi kawasan Teluk dan sekitarnya. (*)

Editor : Indra Zakaria