SEOUL – Hubungan diplomatik antara Korea Selatan dan Indonesia memasuki babak baru yang lebih progresif. Dalam pertemuan puncak yang berlangsung di Blue House, Rabu (1/4/2026), Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan, khususnya dalam produksi massal jet tempur siluman IF-21 (varian Indonesia dari KF-21 Boramae).
Kedua pemimpin negara menyatakan kepuasan mereka atas progres pengembangan bersama jet tempur KF-21/IF-21 yang telah berjalan lebih dari satu dekade dan dijadwalkan rampung pada Juni mendatang. Tak hanya jet tempur, Seoul dan Jakarta juga menjajaki kolaborasi lebih luas dalam pengadaan pesawat latih, rudal anti-tank, hingga amunisi.
Kerja sama ini sempat diwarnai dinamika pasang surut, mulai dari penyesuaian nilai kontribusi hingga isu teknis lainnya sejak dimulai pada 2016. Namun, dalam pertemuan ini, kedua presiden sepakat untuk melihat ke depan. Presiden Lee menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra yang sangat berharga bagi industri pertahanan Korea Selatan (K-Defense).
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo memberikan analogi yang hangat mengenai hubungan kedua negara.
"Bahkan dalam sebuah keluarga pun, kesalahpahaman bisa saja terjadi. Namun, hal yang terpenting adalah Korea Selatan dan Indonesia memiliki kepentingan bersama yang sangat kuat," ujar Presiden Prabowo.
Juru Bicara Kepresidenan Korea Selatan, Kang Yu-jung, menambahkan bahwa kerja sama ini akan melampaui sekadar jual-beli senjata. Ke depan, kedua negara akan fokus pada produksi bersama, pendirian pusat perawatan dan perbaikan (MRO), hingga pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif.
Dalam momen bersejarah ini, kedua negara juga sepakat meningkatkan status hubungan menjadi "Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus". Status ini merupakan yang pertama dan satu-satunya bagi kedua negara dengan mitra internasional mereka.
Fokus kerja sama juga merambah ke sektor ekonomi dan teknologi. Melalui Danantara, lembaga pengelola investasi (Sovereign Wealth Fund) Indonesia senilai 1 triliun dolar AS, kedua negara akan menjajaki investasi strategis di bidang mineral kritis, kecerdasan buatan (AI), serta energi terbarukan. Korea Selatan juga berkomitmen mendukung pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia serta memperkuat ketahanan energi melalui pasokan batu bara dan gas alam cair (LNG) di tengah ketidakpastian krisis Timur Tengah.
Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dalam mempererat hubungan bilateral, Presiden Lee Jae-myung menganugerahkan Grand Order of Mugunghwa kepada Presiden Prabowo Subianto. Penghormatan ini merupakan tanda jasa tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan.
Kunjungan kenegaraan ini menandai solidnya aliansi antara Seoul dan Jakarta dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mengukuhkan posisi keduanya sebagai pemain kunci dalam stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. (*)
Editor : Indra Zakaria