Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Iran Pasang Harga untuk Selat Hormuz: Ganti Rugi atau Tetap Blokade

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 16:10 WIB
Kapal yang tertahan di Se;at Hormuz.
Kapal yang tertahan di Se;at Hormuz.

PROKAL.CO- Pemerintah Iran menetapkan syarat tegas bagi pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Teheran menegaskan bahwa akses di jalur distribusi energi dunia tersebut baru akan dipulihkan jika sebagian pendapatan dari aktivitas transit dialokasikan sepenuhnya untuk mengganti kerugian besar akibat perang yang tengah berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Iran pada Minggu (5/4), menyusul meningkatnya tensi militer dengan Amerika Serikat dan Israel. Deputi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabai, melalui platform X menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz bergantung pada kompensasi atas seluruh kerusakan yang timbul dari "perang yang dipaksakan" terhadap negaranya.

Dalam pernyataannya, Tabatabai juga melontarkan kritik tajam kepada Presiden AS Donald Trump. Ia menuding Trump bertindak atas dasar keputusasaan dan kemarahan dengan memulai perang besar di kawasan, sembari terus melontarkan klaim yang dianggap tidak berdasar oleh pihak Teheran.

Eskalasi di kawasan Teluk terus memburuk sejak serangan gabungan AS dan Israel menghantam Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.340 nyawa, termasuk figur tertinggi negara, Ali Khamenei.

Sebagai bentuk perlawanan, Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menyasar Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

Langkah Iran untuk membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz menjadi senjata strategis yang paling dikhawatirkan dunia internasional. Penutupan atau pembatasan di jalur ini diprediksi akan mengganggu stabilitas pasokan energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz