Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sejarah Baru, AS dan Iran Resmi Teken MoU Elektronik untuk Akhiri Perang

Redaksi Prokal • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB
Ilustrasi bendera AS dan Iran.
Ilustrasi bendera AS dan Iran.

WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) secara elektronik yang bertujuan untuk mengakhiri perang di antara kedua negara, Senin (15/6).

Menurut sejumlah laporan media AS, dokumen perdamaian tersebut ditandatangani secara virtual oleh jajaran pemimpin tinggi, yakni Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Seorang pejabat senior AS mengungkapkan bahwa rincian serta ketentuan yang tercantum di dalam MoU tersebut diperkirakan akan dipublikasikan ke publik dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan. Meskipun penandatanganan elektronik sudah dilakukan, prosesi formal secara tatap muka dijadwalkan baru akan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.

Sinyal positif berakhirnya konflik ini juga diperkuat oleh pernyataan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Senin. Ia mengabarkan bahwa kapal-kapal yang memuat komoditas minyak kini sudah mulai bergerak keluar dari Selat Hormuz.

Kabar tercapainya kesepakatan damai ini sebenarnya telah diembuskan oleh Trump sejak Minggu (14/6), sesaat setelah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan berita besar tersebut terlebih dahulu melalui media sosial X.

Hubungan kedua negara sebelumnya berada di titik paling kritis setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, hingga memicu konflik regional masif yang mengubah lanskap keamanan di kawasan Timur Tengah.

Sejak eskalasi berdarah tersebut pecah, ribuan nyawa telah merenggang dan pasar energi global sempat mengalami guncangan hebat sebelum akhirnya kedua belah pihak sepakat memilih jalur diplomasi virtual ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#iran #amerika serikat