Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Digempur Habis-habisan oleh Ukraina, Krimea yang Dicaplok Rusia Umumkan Status Darurat Nasional

Redaksi Prokal • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB
Ukraina telah meningkatkan serangan udaranya yang mereka sebut sebagai pembalasan yang adil atas berondongan serangan harian Rusia.
Ukraina telah meningkatkan serangan udaranya yang mereka sebut sebagai pembalasan yang adil atas berondongan serangan harian Rusia.

KRIMEA – Otoritas pro-Moskow di semenanjung Krimea resmi mendeklarasikan status "situasi darurat" menyusul eskalasi serangan udara besar-besaran yang dilancarkan militer Ukraina. Kebijakan ini diambil sebagai langkah cepat pemerintah setempat guna mengatasi dampak sistemik serangan, mulai dari krisis bahan bakar hingga pemadaman listrik massal akibat hancurnya jalur logistik dan fasilitas minyak di wilayah yang dicaplok Rusia sejak 2014 tersebut.

Gubernur Krimea yang ditunjuk Moskow, Sergey Aksyonov, mengonfirmasi penandatanganan dekrit darurat regional tersebut yang mencakup wilayah Republik Krimea dan Kota Sevastopol. Langkah ini diambil demi mempercepat otorisasi keputusan taktis dalam menjaga stabilitas seluruh sektor publik, mengingat sistem pertahanan udara Rusia mulai kewalahan membendung gempuran musuh. Sepanjang malam saja, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menjatuhkan 660 drone Ukraina, yang menjadi salah satu angka intersepsi tertinggi sejak konflik pecah pada Februari 2022 lalu.

Di pihak lawan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa rentetan serangan jarak jauh ini merupakan pembalasan yang adil atas serangan harian Rusia yang terus menghancurkan infrastruktur energi sipil Ukraina. Kerap dijadikan pangkalan militer utama dan batu loncatan bagi invasi Rusia, Ukraina kini fokus melumpuhkan kilang-kilang minyak guna memutus rantai pendanaan perang Kremlin. Zelensky menyatakan komitmennya untuk mengakhiri fungsi Krimea sebagai basis peluncuran rudal Rusia sekaligus mengembalikan keadilan wilayah.

Dampak dari perang urat syaraf ini kian dirasakan langsung oleh masyarakat setempat serta para pelancong asal Rusia yang tengah berlibur di pesisir pantai Krimea. Langit malam yang kerap dipenuhi kilatan proyektil dan ledakan layaknya film fiksi ilmiah membuat atmosfer ketakutan meluas di kalangan warga dan turis. Menanggapi situasi yang kian mencekam, Kementerian Pertahanan Ukraina bahkan melontarkan sindiran tajam di media sosial bahwa operasi militer mereka kali ini resmi "menutup musim liburan pantai di Krimea" dengan prediksi cuaca yang dipastikan sangat tidak bersahabat bagi para wisatawan.(*)

Editor : Indra Zakaria
#krimea #rusia #ukraina