Mantan Militan Tentara Merah Jepang Kozo Okamoto Meninggal Dunia di Beirut pada Usia 78 Tahun

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:03 WIB
Kozo Okamoto, sosok yang juga dikenal dengan nama Ahmad al-Yabani (Ahmad si Jepang)
Kozo Okamoto, sosok yang juga dikenal dengan nama Ahmad al-Yabani (Ahmad si Jepang)

 

 BEIRUT – Kozo Okamoto, sosok yang juga dikenal dengan nama Ahmad al-Yabani (Ahmad si Jepang), dilaporkan meninggal dunia pada usia 78 tahun di Beirut, Lebanon. Kepergian mantan anggota Tentara Merah Jepang (JRA) tersebut memicu ucapan duka cita mendalam dan penghormatan dari faksi-faksi perjuangan Palestina, termasuk Hamas, Fatah, serta Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).  Jejak sejarah Okamoto bermula dari peristiwa berdarah pada 30 Mei 1972 di Bandar Udara Lod, Tel Aviv (kini Bandara Ben Gurion).

Bersama anggota regunya yang terbang dari Italia menumpangi pesawat komersial Prancis, Okamoto yang saat itu masih berusia muda langsung menuju ruang pengambilan bagasi begitu mendarat.  Seketika, mereka mengeluarkan senjata api dan granat yang disembunyikan di dalam tas bagasi. Tembakan dan ledakan bertubi-tubi menyalak di area kedatangan, menewaskan puluhan orang serta melukai puluhan lainnya.

Aksi nekad tersebut diakui sebagai bentuk pembalasan atas berbagai serangan militer Israel terhadap wilayah Lebanon dan Palestina.  Pasca-insiden tersebut, Okamoto ditangkap oleh pihak keamanan Israel dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sebelum akhirnya dibebaskan melalui skema pertukaran tahanan pada tahun 1985.

 Setelah dibebaskan, ia menetapkan jalurnya untuk menetap di Lebanon dan mendapatkan suaka politik. Di negara tersebut, sosoknya bertransformasi dan dikenal luas sebagai Ahmad al-Yabani.  Hingga akhir hayatnya, sosok Okamoto tetap dipandang sebagai simbol solidaritas internasional bagi perjuangan rakyat Palestina. Kepergiannya di Beirut menandai berakhirnya kisah hidup salah satu figur paling kontroversial dalam sejarah konflik Timur Tengah era 1970-an.

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
jepang