Dunia Pendakian Berduka: Pendaki Legendaris Nirmal Purja dan Rombongan Tewas Diterjang Longsor Es di Himalaya

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 07:45 WIB
Nirmal Purja
Nirmal Purja

 
PROKAL.CO- Dunia pendakian gunung kehilangan salah satu figur terbesarnya. Pendaki ternama asal Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, dikonfirmasi meninggal dunia setelah ekspedisinya dihantam tanah longsor dan salju longsor (avalanche) di kawasan Pegunungan Himalaya, Pakistan, awal pekan ini. Kabar duka tersebut disampaikan secara resmi melalui akun media sosial Nimsdai Foundation, lembaga nirlaba yang didirikannya pada tahun 2022.

"Hari ini, kami tidak hanya berduka untuk Nims, tetapi untuk setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini, termasuk mitra mendaki dan pemandu terpercayanya," tulis pernyataan resmi Nimsdai Foundation pada Sabtu. "Warisannya akan terus hidup dalam jiwa orang-orang yang telah ia inspirasi untuk menaklukkan 'gunung' mereka sendiri."

Kronologi Tragedi di Puncak Broad Peak

Pria berusia 43 tahun tersebut merupakan bagian dari rombongan 10 pendaki yang dilaporkan hilang sejak Kamis lalu. Insiden naas terjadi saat mereka berada di wilayah Broad Peak—gunung setinggi 8.047 meter di utara Pakistan—ketika tanah longsor mererjang area tersebut sekitar tengah hari waktu setempat. Sejauh ini, sedikitnya empat orang telah dikonfirmasi tewas dalam tragedi tersebut: Nirmal Purja (Nepal) – Pendaki rekor dunia & mantan tentara. Nadhira Al Harthy (Oman) – Pendaki wanita pelopor dari Timur Tengah. Pur Bahadur Gurung "Yukta" (Nepal) – Pemandu & pendaki berpengalaman. Sarah Mallory Geis (Amerika Serikat) – Pendaki ekspedisi internasional.

Pihak yayasan mengindikasikan bahwa anggota tim ekspedisi lainnya kemungkinan besar tidak selamat, meski otoritas setempat masih berhati-hati memberikan konfirmasi resmi. Operasi pencarian dan evakuasi untuk enam pendaki tersisa masih terus dilakukan di tengah ancaman bahaya longsor susulan.

Medan Ekstrem dan Peluang Tipis Tim Penyelamat

Juru bicara Pakistan Alpine Club, Naila Kiani, menyampaikan bahwa kondisi medan di lokasi kejadian sangat berbahaya dan memiliki risiko tinggi bagi tim penyelamat.

"Gunung-gunung di Pakistan sangat berbeda dengan di Nepal. Beberapa area masih sangat rawan longsor, sehingga tim penyelamat harus sangat berhati-hati agar tidak membahayakan nyawa mereka sendiri," ungkap Kiani kepada BBC. Ia menambakan bahwa peluang keselamatan bagi pendaki yang masih hilang saat ini tergolong sangat tipis.

Sosok Penakluk 14 Puncak Dunia dan Pelopor Kaum Sherpa

Nirmal Purja adalah mantan prajurit pasukan khusus militer Inggris (British Army) yang menghentakkan dunia pada tahun 2019. Ia mengukir sejarah usai berhasil mendaki seluruh 14 puncak gunung di atas 8.000 meter (dikenal sebagai Eight Thousanders) hanya dalam waktu kurang dari tujuh bulan—sebuah rekor luar biasa yang sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Lewat aksinya, Purja tidak hanya mengejar rekor pribadi, tetapi juga berjuang mengangkat martabat para pendaki lokal Nepal (Sherpa). "Meskipun mereka adalah pendaki kelas dunia, mereka sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang layak. Saya berharap bisa mengangkat nama besar mereka ke panggung internasional," ujar Purja dalam wawancaranya bersama CNN pada 2019 lalu.

Kehilangan Sosok Pendaki Wanita Inspiratif

Duka mendalam juga menyelimuti gugurnya Nadhira Al Harthy, pendaki asal Oman yang dikenal gigih menginspirasi wanita dan generasi muda Muslim di Timur Tengah untuk menekuni olahraga ekstrem. "Iman kami memberi kekuatan untuk bangkit kembali. Itu memberi Anda tenaga dan daya tahan," kata Al Harthy dalam sebuah wawancara tahun 2021.

Kepergian Nirmal Purja, Nadhira Al Harthy, dan rekan-rekan pendaki lainnya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pendaki internasional, sekaligus menandai salah satu hari terkelam dalam sejarah penjelajahan pegunungan tertinggi dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
himalaya pendakian