PROKAL.CO- Pihak pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Regional Kalimantan Barat akhirnya memberikan konfirmasi resmi terkait insiden dugaan keracunan yang menimpa sejumlah pelajar Sekolah Dasar di Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (23/4). Kepala Program MBG Regional Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan bahwa beberapa siswa harus mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit sesaat setelah mengonsumsi menu yang disediakan.
"Berdasarkan keterangan dan laporan yang kami terima dari lapangan, benar ada enam siswa yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Agus saat dikonfirmasi pada Kamis malam. Meski situasi sempat mencekam, ia menginformasikan bahwa sebagian besar pelajar yang terdampak kini kondisinya sudah mulai stabil dan telah diizinkan meninggalkan fasilitas kesehatan.
Hingga saat ini, dari total enam siswa yang dirujuk, empat di antaranya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, perhatian tim medis masih terfokus pada dua siswa lainnya yang hingga kini masih menjalani pemantauan khusus di rumah sakit. Pihak MBG Regional Kalbar terus memantau perkembangan kesehatan kedua siswa tersebut guna memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih sepenuhnya.
Terkait penyebab pasti munculnya gejala medis pada para siswa, Agus Kurniawi masih enggan memberikan penjelasan mendalam. Ia belum memberikan jawaban pasti apakah insiden ini murni disebabkan oleh kualitas makanan dalam program MBG atau ada faktor eksternal lainnya yang memicu kondisi tersebut. "Kami masih melakukan penelusuran lebih lanjut di lapangan," tambahnya singkat.
Saat ini, penyebab utama para pelajar mengalami mual hingga harus dilarikan ke rumah sakit masih menjadi teka-teki yang tengah diselidiki oleh pihak terkait. Tim di lapangan dilaporkan sedang mengumpulkan data dan bukti pendukung lainnya guna mengungkap fakta di balik peristiwa ini. Kejelasan mengenai hasil investigasi sangat dinantikan publik guna memastikan keamanan dan keberlanjutan program pangan bagi anak sekolah di wilayah Kalimantan Barat.(*)
Editor : Indra Zakaria