Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terdepak dari 50 Prioritas Nasional, Proyek Tol Pontianak–Singkawang Masih Jadi Jembatan Mimpi di Kalbar

Redaksi Prokal • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:30 WIB
Tol Pontianak–Singkawang belum masuk prioritas, tidak tercantum dalam 50 PSN. (AI/Pontianak Post)
Tol Pontianak–Singkawang belum masuk prioritas, tidak tercantum dalam 50 PSN. (AI/Pontianak Post)

PONTIANAK – Impian masyarakat Kalimantan Barat untuk menikmati fasilitas jalan bebas hambatan tampaknya masih harus disimpan rapat-rapat. Proyek ambisius Jalan Tol Pontianak–Singkawang sepanjang 144 kilometer dipastikan terdepak dan tidak masuk dalam daftar 50 Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor jalan tol.

Kenyataan pahit ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Hingga pertengahan 2026, jangankan deru mesin alat berat, tanda-tanda lelang investasi atau tender aktif untuk megaproyek ini bahkan belum terlihat sama sekali di sistem pemerintahan.

Penyusunan ulang daftar emas PSN ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan beleid yang diundangkan sejak 24 September 2025 tersebut, pemerintah pusat melakukan perombakan besar-besaran untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 P/HUM/2025. Selain itu, ada sinkronisasi dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang kini lebih condong memprioritaskan proyek penopang swasembada pangan serta pemerataan infrastruktur di wilayah lain.

Sayangnya, dalam proses kurasi ketat tersebut, Tol Pontianak–Singkawang harus rela gigit jari. Akibatnya, alur logistik dan mobilitas harian masyarakat serta pelaku usaha di koridor strategis Pontianak–Mempawah–Singkawang dipastikan tetap bertumpu penuh pada kapasitas jalan nasional yang ada saat ini—lengkap dengan risiko kepadatan dan waktu tempuh yang panjang.

Sebagai gambaran ketatnya persaingan, pemerintah pusat lebih memilih meloloskan 50 proyek tol lain di Indonesia yang dinilai lebih siap secara komersial dan memiliki urgensi tinggi. Di wilayah Trans Sumatra dan Indonesia Timur, proyek yang lolos meliputi Tol Serang–Panimbang, Manado–Bitung, Balikpapan–Samarinda, Pekanbaru–Dumai, Sigli–Banda Aceh, Binjai–Langsa, hingga Tol Betung–Tempino–Jambi.

Sementara di wilayah Trans Jawa dan Metropolitan, pemerintah memprioritaskan Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan, Semarang–Demak, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–Kulon Progo, Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap, hingga Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali. Adapun untuk infrastruktur khusus urban, nama-nama seperti pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung (North–South Link), Akses Pelabuhan Patimban, dan New Priok Eastern Access sukses mengamankan posisi.

Meski statusnya saat ini terpinggirkan dari prioritas utama negara, dokumen pemerintah menyebutkan bahwa Tol Pontianak–Singkawang tidak sepenuhnya dihapus dari peta masa depan. Proyek ini tetap diakui memiliki prospek jangka panjang yang sangat vital untuk menopang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Jika kelak berhasil direalisasikan, jalan tol ini diproyeksikan menjadi urat nadi utama yang mengintegrasikan kawasan pesisir barat Kalbar. Proyek ini juga dirancang untuk menggenjot efisiensi pengiriman barang dari pusat kota menuju Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah hingga ke kota wisata Singkawang.

Namun, jargon prospek jangka panjang tersebut belum cukup menghibur warga Kalbar. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, masyarakat dan dunia usaha lokal hanya bisa menanti dengan penuh ketidakpastian, berharap ada keajaiban regulasi atau investor kakap yang sudi melirik proyek yang sudah bertahun-tahun dijanjikan ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#tol pontianak-singkawang #kalbar