Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Korek Dibuka, Enam Desa Tak Lagi Terisolir

izak-Indra Zakaria • Kamis, 12 Januari 2023 - 16:45 WIB
BUKA KETERISOLIRAN: Warga melintas di Jembatan Korek Pasak, Kubu Raya, yang baru saja diresmikan Gubernur Sutarmidji, Minggu (8/1). Jembatan ini membuka keterisoliran enam desa di seberang sungai. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST
BUKA KETERISOLIRAN: Warga melintas di Jembatan Korek Pasak, Kubu Raya, yang baru saja diresmikan Gubernur Sutarmidji, Minggu (8/1). Jembatan ini membuka keterisoliran enam desa di seberang sungai. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Jembatan Korek Pasak di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya diresmikan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Minggu (8/1). Jembatan dengan anggaran Rp32 miliar itu dibangun untuk membuka keterisoliran enam desa di daerah Sungai Ambawang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalimantan Barat Iskandar Zulkarnaen mengatakan, enam desa yang terhubung dengan adanya Jembatan Korek itu di antaranya Desa Korek, Desa Simpang Kanan, Desa Pugug, Desa Bengkarek, Desa Pasak, dan Desa Pasak Piang.

“Sebelum adanya Jembatan Korek, masyarakat di enam desa tersebut melakukan interaksi sosial ekonomi menggunakan sarana transportasi air yaitu motor air biasa disebut dengan motor kelotok dan sampan bermesin,” kata Iskandar.

Pembangunan jembatan itu, kata Iskandar Zulkarnaen, menelan anggaran Rp32 miliar lebih yang dilakukan secara bertahap (Multiyears) dengan menggunakan APBD Provinsi Kalbar. Tahap pertama, kata Iskandar, dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp10.26 miliar. Dihadapkan dengan Pandemi Covid-19, tahap keduanya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp22,049 miliar.

Iskandar menjelaskan, konstruksi Jembatan Korek itu memiliki panjang sekitar 285 meter dengan lebar efektif 6 meter. Secara fungsional, kata Iskandar, jembatan tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya. Manfaat dengan adanya jembatan tersebut pun kata Iskandar, sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terlebih di saat merayakan Idulfitri saat ini.

“Pada saat kunjungan lapangan, Bapak Gubernur memerintahkan kepada kami utuk segera melakukan kegiatan finishing atau merapikan pekerjaan, menuntaskan pekerjaan sampai kepada pengaspalan, pengecatan, dan lainnya,” tambah Iskandar. 

Sementara itu Gubernur Kalbar, menyampaikan, jembatan ini dibangun memang untuk membuka keterisoliran enam desa yang ada di seberang sungai.

“Pertama datang ke sini, saya menggunakan motor, jalannya cuman selebar 20 sentimeter, udah gitu baru nyebrang ke sungai pakai perahu kelotok,” kata Sutarmidji.

“Untuk itulah dianggarkan jembatan ini untuk membuka keterisoliran enam desa yang berada di dalamnya. Saya yakin tak lama lagi desa-desa ini akan berkembang, ekonomi dan pertanian akan tumbuh pesat. Dan tentunya aset masyarakat akan meningkat,” tutup gubernur. (ndo)

Editor : izak-Indra Zakaria