Perebutan kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar 1 dan Kalbar 2 boleh dibilang seru dan sengit. Sebanyak 12 kursi DPR RI bakalan diperebutkan kembali pada Pileg 2024 mendatang. Boleh dibilang kedua dapil ini sebagai dapil "neraka" bagi nama-nama yang sudah terdaftar dalam Daftar Calon Sementara (DCS). Sebab, nama-nama besar seperti ketua partai politik pusat-daerah, mantan kepala daerah, kepala daerah aktif, mantan Jendral TNI/Polri, anggota DPR RI/DPRD Provinsi, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengusaha, dan wajah-wajah baru diprediksi saling berjibaku demi meraih masyarakat datang ke bilik TPS. Tinggal tersisa 174 hari lagi menuju 12 Februari tahun 2024 mendatang. Siapa saja mereka ? Apakah petahana akan tergusur, atau sejauh mana "jurus silat" penantang berpotensi memutarbalikan keadaan ?
DENY HAMDANI-PONTIANAK
Release daftar calon sementara (DCS) yang dikeluarkan KPU melalui laman resminya https://infopemilu.kpu.go.id/ memang nama-nama petahana dari Dapil Kalbar 1 cukup mencolok dan banyak disebut-sebut masyarakat Kalimantan Barat. Seperti dari Partai Golkar Maman Abdurahman sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI terdaftar kembali sebagai caleg DPR RI dari dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1. Ketua DPD Golkar Kalbar ini pada Pileg 2019, sukses melenggang ke senayan setelah berhasil meraup 108.520 suara pribadi, ditambah suara partai sebanyak 191.127 suara.
Partai NasDem sendiri juga mencalonkan Syarif Abdullah Alkadrie sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1. Anggota Komisi V DPR RI ini, pada pada Pileg 2019, meraih 75.188 suara pribadi ditambah suara partai sebanyak 148.103.
Sementara, mantan Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis kembali dicalonkan PDI Perjuangan pada Pileg 2024 dari dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1. Cornelis sendiri merupakan petahana dan masih duduk di Komisi II DPR RI. Nah, pada Pileg 2019 silam, Cornelis adalah caleg yang sukses meraup 285.797 suara. Petahana lainnya dari PDI Perjuangan adalah Maria Lestari, yang juga merupakan anggota DPR RI dapil Kalbar 1 dan kembali dicalonkan untuk Pileg 2024 dengan nomor urut 3.
Partai Gerindra juga kembali memasang caleg petahanya, yakni Katherine A. Oendon dari dapil Kalbar 1 DPR RI pada Pileg 2024, dengan nomor urut 2. Pun PKB kembali memasang caleg incumbentnya, Daniel Johan pada Pileg 2024 di dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1.
Pada Pileg 2019 silam, nama Daniel Johan berhasil melaju ke senayan dengan meraih 56 ribu ditambah suara partai sebanyak 151 ribu. PKS sendiri juga kembali memasang calon petahanya, yakni Alifudin. Alifudin adalah mantan anggota DPRD Kalbar dan kembali maju sebagai caleg DPR RI nomor urut 1 dari Dapil Kalbar 1 untuk Pileg 2024. Alifudin sendiri di Pileg 2019 silam, berhasil mendulang 45.516 suara pribadi ditambah suara partai sebanyak 147.968.
PAN sendiri kembali memasang nama Boyman Harun sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1. Boyman terdaftar sebagai caleg nomor urut 2 dapil Kalbar 1 pada Pileg 2024. Pada Pileg 2029, Boyman sukses ke senanyan setelah memperoleh suara sebanyak 35.910, ditambah suara partai sebanyak 128.280.
Nah, dari Dapil Kalbar 2, ada nama Lasarus sekaligus Ketua PDI Perjuangan Kalimantan Barat. Ketua Komisi V DPR-RI ini mendulang perolehan suara pribadi terbanyak, yakni 203.576 suara. Sementara suara partai dari dapil Kalbar 2 yakni 282.330 suara pada Pemilu 2019. Incumbent Lasarus bakalan maju kembali ke DPR RI dengan nomor urut 1.
Dia maju bersama koleganya kembali yakni Krisantus Kurniawan yang saat ini masih menjabat sebagai anggota Komisi 1 DPR RI dari dapil Kalbar 2. Krisantus yang pada pemilu 2019 silam memperoleh sebanyak 27.091 suara, akan maju pada pemilu 2024 dengan nomor urut 4.
Politisi Partai NasDem, yakni Yessy Meliana sekaligus putri mantan Bupati Melawi pemilu 2019 sukses duduk sebagai anggota DPR RI dengan perolehan sebanyak 63.817 suara.
Secara keseluruhan Partai NasDem berhasil memperoleh sebanyak 123.838 suara. Yessy bakalan maju kembali karena dari DCS, namanya terdaftar sebagai caleg DPR RI Partai Nasdem tahun 2024 mendatang dari dapil Kalbar 2. Nama incumbent terakhir adalah politisi Partai Golkar, yakni Adrianus Asia Sidot, di mana pemilu 2019 silam berhasil memperoleh sebanyak 48.453 suara pribadi, dari total suara partai sebanyak 82.273. Mantan Bupati Landak ini diprediksi melaju kembali pada dari Dapil Kalbar 2, lantaran namanya terdaftar di DCS dengan nomor urut 1.
Penantang Berpotensi Balikan Keadaan ?
Walaupun petahana atau incumbent dari dapil Kalbar 1 dan 2, berpotensi kembali melenggang ke senayan pada pemilu 2024 mendatang, bukan berarti para penantang tidak memiliki kesempatan serupa. Bahkan sejumlah nama penantang yang sudah terdaftar di DCS, selain punya nama besar juga dikenal masyarakat karena ketokohannya, punya pamor, dan rekam jejak berbagai bidang yang tak kalah mentereng.
Dari dapil Kalbar 1, nama pertama Oesman Sapta Oedang alias OSO jelas memiliki rekam jejak dan ketokohan luar biasa di tingkat nasional dan internasional. Tak perlu diragukan lagi, langkah Ketua Umum Partai Hanura RI ini dalam berpolitik. Nama Oesman Sapta Oedang terdaftar di DCS sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1 dari Partai Hanura.
Di bawahnya, Irwan mantan Wakil Wali Kota Singkawang, juga dicalonkan Partai Hanura sebagai caleg DPR RI dari dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 2. Selain itu ada nama Daniel Edward Tangkau, Agus Setiadi dan Harry Adryanto yang juga didaftarkan sebagai caleg DPR RI dari Partai Hanura.
Partai Golkar dengan ciri khas Pohon Beringin ini juga tak ketinggalan mencalonkan muka-muka baru yang akan bertarung pada Pileg 2024 mendatang dari dapil Kalbar 1. Dari daftar calon sementara release KPU, selain nama petahana ada juga nama Mayjen TNI Purn Rony, Mantan Danrem 121/ABW nomor urut 5. Nama Hazairin mantan Kepala Dinas Pertanian Kalbar dengan nomor urut 7 dan Denia Yuniarti Abdussamad, mantan Ketua HIPMI Kalbar ikut terjun ke politik sebagai caleg DPR RI dari dapil Kalbar 1 dengan nomor urut tiga juga bertarung.
Sementara, Partai NasDem tidak kalah gesit memasang muka baru sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1. Nama Deni Muslimin nomor urut lima, dan Fathan A Rasyid dengan nomor urut empat juga mengisi DCS dari partai besutan Surya Paloh ini. Nama keduanya cukup populer untuk bertarung memperebutkan kursi DPR RI dari dapil Kalbar 1.
Partai lainnya yakni PDI Perjuangan yang punya nama besar juga ikut memasang wajah-wajah baru. Seperti Sukiryanto, yang masih menjabat sebagai Anggota DPD RI dari Kalbar. Tokoh masyarakat Kalbar ini terdaftar sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 2. Sementara nama mantan Bupati Sambas, yakni Atbah ikut juga dicalonkan PKS sebagai caleg DPR RI dari dapil Kalbar 1. Atbah sendiri mendapat nomor urut 2. Partai besutan Muhaimin Iskandar, yakni PKB juga memasang anggota DPRD Kalbar aktif, Irsan untuk maju pada Pileg 2024. Irsan sendiri tercatat sebagai caleg nomor urut 2 dapil Kalbar 1.
Penantang lainnya adalah Ketua DPD Partai Gerindra, yakni Yuliansyah. Pengusaha sekaligus Ketua IMI Kalbar ini dipastikan bertarung untuk merebutkan kursi parlemen senayan sebagai caleg dapil Kalbar 1 dengan nomor urut 1. Partai Demokrat tidak kalah gesitnya meletakan penantang-penantang baru untuk memperebutkan 1-2 kursi DPR RI dapil Kalbar 1.
Selain ada nama Affandie, anggota DPRD Kalbar tiga periode dengan nomor urut 4, muncul juga Herzaky Mahendra Putra, pengurus DPP Demokrat. Pengacara kondang Kalbar yakni Andel SH, dipastikan ikut bertarung dengan daftar caleg dari nomor urut 3. Figur caleg perempuan DPR RI yakni Harti Hartidjah dengan nomor urut 2 juga bakalan bertarung sebagai caleg DPR RI Partai Demokrat dari dapil Kalbar 1.
PPP juga tak ingin ketinggalan kereta mengejar kursi DPR RI dapil Kalbar 1. Setelah absen terkait keterwakilan kursi DPR RI pada Pileg 2019, sejumlah figur yang dikenal publik diturunkan partai dengan ciri khas lambang Kakbah pada Pileg 2024 mendatang dari dapil Kalbar 1. Misalnya ada nama Ustad Miftah, anggota DPRD Kalbar 2 periode sekaligus Sekretaris DPW PPP Kalbar. Miftah bakalan bertarung dengan nomor urut satu. Selain nama Miftah, Hairiah nama mantan Wakil Bupati Sambas, rupanya diturunkan PPP sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1 dengan nomor urut dua. Anggota DPRD Kota Pontianak, yakni Widodo juga dicalonkan sebagai caleg DPR RI dapil Kalbar 1 dengan nomor urut empat.
Di Partai Perindo juga menurunkan caleg DPR RI terbaiknya yang bakalan bertarung di dapil Kalbar. Masih ingat dengan nama Erma Ranik mantan Anggota DPR RI, dan eks Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar. Wanita yang sangat dikenal publik ini maju sebagai caleg DPR RI dari Perindo dengan nomor urut satu. Dibawahnya ada nama Suprianto mantan anggota DPRD Kalbar. Suprianto dipastikan maju dari Perindo dengan nomor urut dua dari dapil Kalbar 1.
PAN juga menyertakan wajah baru dengan memasang RS.AS Bambang Mulyadi dengan nomor urut 1 dan Ikhwani, mantan anggota DPRD Kalbar dan mantan Ketua PAN Kalbar dengan nomor urut lima. Partai Umat sendiri sesuai DCS release KPU juga menurunkan caleg terbaiknya seperti Denie Amiruddin, nomor urut 1, Hery Mulyana nomor urut 2 dan Dwi Agus Prianto, sosok pemilik salah satu UMKM usaha bakwan sukses di Jakarta dengan nomor urut 7. Di PSI, nama Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Provinsi Kalimantan Barat, yaknis Alexius Akim dengan nomor urut 1 bakalan menjadi lawan tangguh partai lain di dapil Kalbar 1. Pada Pileg 2019, sebelumnya nama Akim dengan perahu PDI Perjuangan berhasil meraup 38 ribu lebih suara. Perolehan suaranya sebenarnya sukses mengantarkannya duduk di Parlemen RI. Hanyah belakangan ketika akan dilantik muncul surat pemecetan dari partai.
Nah dari dapil Kalbar 2 yang menyediakan empat kursi DPR RI, nama-nama penantang yangg bertarung juga tidak kalah gesitnya. Dari PKB misalnya ada nama Yansen Akun Effendy, mantan Bupati Sanggau dengan nomor urut 1. Di bawahnya ada nama Tambok Siahaan, dengan nomor urut dua.
PDI Perjuangan sendiri juga mengeluarkan jagoannya yakni Paulos Hadi, Bupati Sanggau yang namanya masuk DCS dengan nomor urut 2 dari dapil Kalbar 2. Sebagaimana diketahui dari dapil ketat ini, nama Lasarus, dan Krisantus Kurniawan merupakan petahana yang kembali ikut bertarung pada pileg 2024 ini.
Dari Partai Nasdem ada nama Gulam Mohamad Sharon, pengusaha sekaligus Ketua HIPMI Kalbar yang akan maju dari Dapil Kalbar 2 dengan nomor urut empat. Sementara dari Partai Demokrat ada naman Simon Petrus anggota DPRD Kalbar aktif yang akan bertarung maju di Dapil Kalbar 2 dengan nomor urut 4. Di atasnya ada nama Sundus dengan nomor urut 3 juga menjadi lawan tangguh dari Dapil Kalbar 2 ini.
Partai Persatuan Pembangunan diprediksi bakalan menjadi penantang tangguh petahana dari Dapil Kalbar 2 ini. Bagaimana tidak, mantan Bupati Kapuas Hulu sekaligus Ketua DPW PPP Kalbar, yakni Abang Muhammad Nasir dipasang untuk maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Kalbar 2 dengan nomor urut 1. Sementara dari Partai Gerindra memasang nama Askiman dengan nomor urutg 2 untuk maju DPR RI dari Dapil Kalbar 2.
Ireng Maulana, pengamat Politik Kalbar lulusan ilmu politik IOWA Amerika Serikat menilai bahwa figur para pendatang baru memang merepresentasikan kehadiran barisan calon legislatif yang baru ikut serta pada pileg 2024 ini. Identitas pendatang baru mengisyaratkan akan bercampurnya mereka bersama - sama pemain lama (anggota legislatif petahana) dan politisi yang sudah pernah terlibat pemilihan umum, namun belum sempat menduduki kursi parlemen.
Situasi kontranya adalah, kata dia, tidak mudah mengalahkan petahana yang sudah menguasai medan tarung sejak pemilihan 5 tahun lalu, dan politisi rajin nyaleg dengan tekad akan menang di pileg tahun 2024 mendatang. Modal terbesar pendatang baru untuk berlaga pada pemilihan umum, secara khusus pastilah beragam dan unik. Ini menjadi pembeda diri mereka dengan petahana dan posisi rajin nyaleg.
Sebut saja mereka (pendatang baru) barangkali menggarap ceruk pemilih yang sama sekali tidak beririsan pada kelompok petahana dan politisi rajin nyaleg. Sedangkan dua kelompok tersebut akan menggarap komunitas pemilih status quo mereka dan akan lebih berhati-hati untuk mengembangkan daerah garapan pemilih baru.
Di sisi lain, pendatang baru belum memiliki zona nyaman untuk pemilih pendukung. Selain itu, pendatang baru punya pengaruh daya tarik bagi pemilih yang belum memutuskan untuk memilih. "Psikologis pemilih yang penasaran dengan brand new merupakan celah pendekatan potensial bagi pendatang baru. Selanjutnya, jika di bandingkan dengan petahana dan politisi rajin nyaleg, pendatang baru tidak terkekang dengan pakem-pakem aksi politik yang monoton sehingga pendekatan yang di lakukan kepada pemilih akan lebih situasional variatif," ucap dia.
Dengan perkembangan teknologi informasi yang dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam membantu kampanye mereka. Barangkali faktor lain juga spesifik menguntungkan pendatang baru adalah mereka tak dianggap ancaman bagi petahana. Sehingga akan lebih aman dari intrik dan taktik yang dapat merugikan pendatang baru. "Pada situasi normal yang benar-benar berhadapan saling lempar rintangan adalah petahana dan politisi rajin nyaleg. Sehingga hasil idealnya, dua gajah saling beradu. Sang kancil dapat menjadi pemenang," jelasnya.
Diantara modal tersebut yang dapat memperkuat langkah pendatang baru berlaga di pileg 2024 mereka sudah barang tentu memahami bahwa politik elektoral bersifat anarkis, artinya semua orang meskipun berada di dalam satu partai politik bernafsu untuk unggul daripada yang lain. Bahkan partai politik sekalipun tidak akan mampu mengendalikan dinamika yang akan terjadi karena bagi parpol hasil yang mereka tunggu, yakni caleg mereka dapat duduk di parlemen.
Sehingga pendatang baru dengan semua alasan ideologis atau pribadi untuk ikut bertarung harus bersiap melalui laga yang keras.
"Pileg 2024 adalah colleseum bagi semua gladiator politik elektoral. Bahkan petahana pun bisa tesungkur dalam kompetisi ini. Setiap pileg adalah arena pertarungan yg sama sekali baru bagi setiap caleg baik yg petahana, kandidat rajin nyaleg, dan pendatang baru. Siapapun dapat terpilih dengan takdir politiknya masing masing," pungkas dia.(den)