Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Riam Bedawat Ditutup Setahun, Pengelolaan Wisata oleh BUMDes Bermasalah

izak-Indra Zakaria • Kamis, 12 Oktober 2023 - 21:40 WIB
Riam Bedawat (Instagram @explore_kalbar)
Riam Bedawat (Instagram @explore_kalbar)

 Objek wisata alam air terjun Bedawat dan Unga di Desa Dange Aji, Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak ditutup sementara bagi pengunjung wisata sejak Senin (9/10) lalu. Wisata air terjun tersebut ditutup selama satu tahun atau pemberitahuan selanjutnya.

Kepala Desa Dange Aji Roma saat dihubungi Pontianak Post mengatakan, pihaknya terpaksa menutup sementara wisata Riam Bedawat dan Unga akibat adanya permasalahan pengelolaan dana oleh BUMDes dan unit usaha wisata tersebut.

Selain itu, dari hasil pantauan masyarakat, para pengunjung kerap kali membuang sampah sembarangan hingga mencemari lingkungan sekitar air terjun.

“Alasan ditutupnya wisata air terjun bedawat karena pelaporan pemasukan dan pengeluaran tentang pegunjung tidak jelas dari kepengurusan BUMDes dan unit usaha,” ungkap Kades di Air Besar, Selasa (10/10). Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah bersama masyarakat desa.  Diambil keputusan bahwa kedua air terjun dinyatakan ditutup sementara mulai 9 Oktober 2023. Tak tanggung-tanggung, penutupan salah satu lokasi wisata favorit di Landak tersebut dilakukan selama satu tahun. 

Nantinya, pihaknya akan membuat tanda di pintu masuk menuju kedua riam agar pengunjung bisa mengetahui kabar tersebut.

“Dengan adanya penyampaian suara dari masyarakat untuk wisat air terJun di tutup,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Landak Yosef mengatakan, pihaknya akan segera menghubungi pihak desa untuk membicarakan penutupan tempat wisata tersebut. “Dengan harapan kami bisa membantu mencari solusinya dalam waktu dekat ini,” ungkap Yosef di Ngabang, Rabu (11/10).

Ia mengatakan, Riam Bedawat dan Riam Unga memang belum memiliki Kelompok Sadar Wisata, sehingga pengelolaannya mandiri dari desa. 

Ia pun berharap permasalahan bisa diselesaikan, sehingga lokasi wisata dapat dibuka kembali bagi pengunjung. “Harapannya agar permasalahan segera diselesaikan dan Riam Bedawat segera diaktifkan lagi,” ungkap Yosef. (mif)

Editor : izak-Indra Zakaria