Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nelayan Kalbar Masih Sulit Akses Solar Subsidi

izak-Indra Zakaria • 2024-01-06 10:46:23
TAK MELAUT: Sejumlah kapal ikan sedang berlabuh di dermaga Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Sebagian kapal-kapal tersebut sedang menunggu pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebelum kembali berlayar. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)
TAK MELAUT: Sejumlah kapal ikan sedang berlabuh di dermaga Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Sebagian kapal-kapal tersebut sedang menunggu pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebelum kembali berlayar. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

 Mad Nawir, anggota DPRD Kalbar dari Fraksi PPP-PKS menyebutkan bahwa para nelayan di beberapa wilayah di Kalbar ternyata masih kesulitan mengakses atau memperoleh solar subsidi.

Persoalannya adalah Stok BBM jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sering habis. Sementara di SPBU juga dalam kondisi terbatas.

"Makanya kami (fraksi PPP-PKS) ingin menyampaikan terkait aspirasi masyarakat nelayan, yang merasa kesulitan dalam mendapatkan solar bersubsidi ke pemerintah," ucapnya belum lama ini.

Menurutnya mekanisme untuk jatah atau kuota para nelayan, seharusnya sudah terdata sejak lama. Itu jika pemerintah serius dalam membantu nelayan. Sebab sangat jelas-jelas sekali hitungan jumlah nelayan atau  kapal tangkapan mereka. 

"Jelas pendataan akurat menjadi penentu bagi penyaluran Solar bersubsidi dengan baik. Jika tidak, maka akan ada peluang kecurangan, dimana nelayan akan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi," ujarnya.

Dampak dari ketidakpastian tersebut, jatah para nelayan juga terbatas. Politisi PPP Kalbar ini pun mereka menyuarakan membuat SOP jelas, aturan jelas, dan tetap memastikan bahwa yang memperoleh solar subsidi adalah benar-benar nelayan pelaut.

Lebih jauh dikatakannya bahwa kebutuhan solar bersubsidi untuk kapal motor nelayan, sangat menentukan jadi atau tidaknya melaut mencari ikan di laut. Sementara pasokan solar selalu habis. Sehingga para nelayan yang tidak kebagian mencari dan membeli solar di luar dengan harga di atas normal.

Ahmad (43), nelayan di Kabupaten Kubu Raya menambahkan bahwa kekosongan solar subsidi di SPBN selalu terjadi. Akhirnya para nelayan menunggu pasokan solar lagi dari Pertamina untuk mengisi tangki kapal motornya untuk melaut.

"Selama menunggu solar murah di SPBN, kapal motor kami masih sandar," ujarnya. Diapun sering meminta semacam surat rekomendasi dari Dinas Perikanan dan Kelautan mencari dan membeli solar di SPBU dalam wilayah Kubu Raya. Untuk membeli solar di SPBU kendaraan sering terlihat pandangan antre panjang dan belum tentu dapat dalam sehari. 

"Mencari solar untuk sekarang cukup sulit meskipun, seringkali para nelayan membeli solar di tempat umum," ucap dia. Supaya bisa tetap melaut, sambung Ahmad, solusinya adalah nelayan sering membeli solar kepada pengecer, namun dengan harga tinggi. Kondisi kesulitan mencari solar ini bahkan sudah lama terjadi. Sehingga banyak para nelayan lama menyandarkan perahu motornya.(den)

Editor : izak-Indra Zakaria