Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjir Rendam Dua Desa di Air Besar Landak, Jalan Ngabang – Serimbu Terputus

A'an • Selasa, 20 Februari 2024 - 23:25 WIB
Banjir merendam Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar membuat ruas jalan Serimbu menuju Ngabang terputus pada Senin (19/2). (POLSEK AIR BESAR FOR PONTIANAK POST)
Banjir merendam Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar membuat ruas jalan Serimbu menuju Ngabang terputus pada Senin (19/2). (POLSEK AIR BESAR FOR PONTIANAK POST)

 

 Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir dua desa terendam banjir di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak pada Senin (19/2).

Ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Air Besar menuju Kecamatan Kabupaten Landak pun terputus. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Pontianak Post, banjir merendam Desa Sekendal dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar.

Di Desa Semuntik, banjir merendam sedikitnya 60 rumah, sekitar 100 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air bervariasi. Ketinggian di Dusun Semuntik Desa Semuntik diperkirakan kurang lebih 1 meter. 

Ketinggian air di Dusun Sengayak Desa Semuntik diperkirakan kurang lebih 1,6 meter.

Sementara ruas jalan Serimbu – Ngabang di Dusun Sengayak Desa Semuntik atau Simpang Mobo terendam dengan ketinggian air lebih dari sepinggang orang dewasa. “Sampai Senin (19/2) sore, air masih tinggi. Kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Tadi pagi saya melintas menggunakan rakit.

Warga yang menggunakan sepeda motor bisa melewati dengan menggunakan rakit yang di buat oleh masyarakat setempat. Dikenakan biaya sebesar Rp50.000 per kendaraan,” ungkap Kapolsek Air Besar IPDA Donny Pati Pratama Yolanda di Serimbu saat dihubungi Senin (19/2).

Ia mengatakan, diperkirakan sebanyak 100 KK terdampak banjir. Dengan jumlah rumah yang terendam berjumlah kurang lebih 60 rumah.

Sementara korban materil masih dalam pendataan pihak desa Setempat. Dan tidak ada satu pun penduduk yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. 

“Banjir yang terjadi yaitu air mulai naik terjadi pada hari Minggu (18/2) sekitar pukul 05.00 WIB. Pada saat dilakukan Pengecekan tersebut kondisi air masih dalam keadaan naik,” ungkap IPDA Donny.(mif)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria
#kabupaten landak