Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Beras di Pontianak Tak Menentu, Pedagang Ambil Untung Sedikit

Syahriani Siregar • 2024-02-22 13:19:26
Seorang pedagang sembako di pasar Flamboyan, Pontianak saat menunjukan beras kualitas premium di tokonya. Sebulan terakhir, harga beras tidak menentu sehingga ia pun tak berani ambil untung banyak.
Seorang pedagang sembako di pasar Flamboyan, Pontianak saat menunjukan beras kualitas premium di tokonya. Sebulan terakhir, harga beras tidak menentu sehingga ia pun tak berani ambil untung banyak.

 

Sejumlah pedagang sembako di Kota Pontianak mengeluh dengan tak menentunya harga beras dari agen. Salah satunya dialami Reza, pemilik toko Bersinar di komplek Pasar Flamboyan, Pontianak.

Menurut Reza, hampir satu bulan terakhir, harga beras mengalami fluktuasi, khususnya beras kualitas premium.Ia pun terpaksa mengambil untung tak seberapa dari setiap penjualan per karungnya.

“Sebagai pedagang kami pun bingung dengan harga beras. Berubah-ubah. Kemarin kita ambil ke agen harganya sekian, tiga hari kemudian harga sudah berubah,” kata Reza saat ditemui Pontianak Post di tokonya, Selasa (20/02).  

Untuk beras premium seperti beras merek CK misalnya, per karung ukuran 20 Kg, ia jual dengan harga Rp 338 ribu. Sedangkan harga dari agen sekitar Rp 330 ribu.

Sedangkan untuk beras merek Anak Raja, harga per 5 Kg dari agen sekitar Rp 83 ribu, ukuran 10 kg Rp 161 ribu, ukuran 15 kg Rp 239 ribu, dan ukuran 20 Kg sekitar Rp 318 ribu.“Jadi untuk jual eceran, rata-rata keuntungannya sekitar Rp700,” kata dia.Sementara, harga beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tetap Rp 57.000 per 5 Kg.

Reza mengaku, beras SPHP sempat mengalami kekosongan pasokan beberapa hari lalu. Namun saat ini pasokan sudah kembali normal.“Untuk SPHP pasokannya sudah normal,” bebernya. Menurut Reza, setiap toko atau pedagang eceran menjual beras dengan harga yang berbeda-beda. 

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Chan, pedagang eceran di Paasr Flamboyan.

Editor : Indra Zakaria