Nyemas, salah seorang pedagang ayam potong mengatakan harga ayam naik semenjak Tahun Baru Imlek pada Februari 2024 lalu. Harga ayam merangkak naik dari Rp35.000,- per kilogram hingga kini mencapai Rp42.000,- per kilogram. “Awal tahun harga ayam sempat naik. Lalu menjelang Imlek harganya turun lagi. Tapi mendekati bulan puasa harga naik lagi,” kata Nyemas di Ngabang.
Ia mengatakan, meski harga daging ayam melonjak tajam, tapi stoknya di tangan pedagang terbilang cukup. Ia mengaku, pada bulan lalu memang terjadi pengurangan stok ayam. Akan tetapi stok ayam sudah membaik.
Ditanya apakah harga naik disebabkan sudah mendekati bulan Ramadan, ia menampik hal tersebut. Menurutnya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Landak, khususnya di Kecamatan Ngabang tak tergantung pada hari raya umat muslim. Justru pada saat Natal dan Tahun Baru 2023 lalu, harga ayam sempat meroket hingga Rp48.000,- per kilogramnya.
Permintaan daging ayam untuk sejumlah pasar di Kabupaten Landak hingga kini masih cukup tinggi ini memang belum bisa dibarengi dengan pasokan daging ayam yang mencukupi.
Di Kabupaten Landak sendiri masih sangat minim. Sejauh ini untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut, para pedagang terpaksa mendatangkan daging ayam dari sejumlah wilayah lain di sekitarnya.
Adi, salah seorang pedagang ayam boiler di Pasar Rakyat Ngabang menyebutkan kebutuhan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Landak juga masih didatangkan dari luar daerah.
Pasokan ayam dari dalam kabupaten tak dapat memenuhi permintaan yang ada hingga saat ini.“Kami mendapat pasokan ayam dari perusahaan di Singkawang yang paling getol memasok,” pungkas Adi. (mif)