Banjir merendam rumah warga bantaran Sungai Landak di Kota Ngabang, Selasa (2/4). (MIFTAHUL KHAIR/PONTIANAK POST)
Pemukiman warga di sejumlah desa di Kecamatan Ngabang terendam banjir akibat luapan Sungai Landak pada Selasa (2/4).
Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Landak tak lagi mampu menampung debit air. Ditambah kiriman banjir dari wilayah hulu Sungai Landak yang terlebih dahulu banjir pada Minggu (31/3) lalu. Sejumlah Dusun, yakni Dusun Pulau Bendu, Hilir Tengah 1 di Desa Hilir Tengah.
Selanjutnya Dusun Tanjung di Desa Hilir Kantor dan Dusun Rai dan Pesayangan di Desa Raja. Serta wilayah hulu di Dusun Selaba dan Dusun Mungguk.
Salah seorang warga Jalan Pasar Lama Desa Hilir Tengah, Karya mengatakan ketinggian air di dalam rumahnya sudah mencapai 40-50 cm atau lutut orang dewasa. Sementara di jalanan gang mencapai pinggang orang dewasa atau 1 meter.
"Air mulai naik dari Senin malam. Ini Banjir kiriman dari wilayah perhuluan," ungkap Karya di Ngabang.
Ia mengatakan, warga kini sedang mengemas barang berharga di lantai dasar rumah untuk diungsikan ke tempat lebih aman. Hingga Selasa (2/4) pukul 11.00 ketinggian air masih terus naik.
"Masyarakat terdampak sudah sejak malam tadi berkemas barang-barang berharga karena tahu pasti akan datang banjir kiriman dari wilayah hulu," jelasnya. (mif)