“Tadi (Senin) sore, almarhum mengeluh sakit. Lalu, kita lakukan penanganan di klinik Rutan Mempawah. Sempat juga dibantu dengan oksigen. Namun, kondisinya semakin menurun dan dirujuk ke RSUD dr Rubini Mempawah,” jelasnya. Setibanya di rumah sakit, masih dikatakan Oki, almarhum langsung mendapatkan penanganan medis dari tim dokter RSUD dr Rubini Mempawah. Namun, almarhum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Almarhum meninggal dunia di rumah sakit. Dan menurut dokter, almarhum mengalami gangguan irama jantung,” ungkapnya.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, lanjut Oki, jenazah almarhum langsung diantarkan ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. “Sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” sebutnya.
Di tempat terpisah, pihak keluarga mengaku menemukan dugaan kejanggalan atas kematian almarhum Julkarnain yang berstatus sebagai tahanan Kejari Mempawah itu. Meski demikian, pihak keluarga tetap mengedepankan prosedur dengan menunggu hasil visum dari tim dokter RSUD dr Rubini Mempawah.
“Kami selaku keluarga sangat terkejut mendapatkan kabar almarhum sudah meninggal dunia. Selama ini, kami tidak pernah mendengar almarhum mengeluhkan sakit atau lainnya,” aku paman korban, Syaiful Anwar.
Syaiful yang juga Ketua RT setempat mengatakan sejak almarhum ditangkap polisi pada Februari lalu dalam kasus dugaan kepemilikan Narkoba, almarhum tampak sehat dan tidak mengalami sakit.
“Saat penangkapan itu, saya dihadirkan sebagai saksi. Dan saat itu, saya lihat almarhum dalam kondisi sehat. Makanya, kita cukup terkejut mendapatkan kabar almarhum sudah meninggal dunia,” tuturnya.
Sejauh ini, Syaiful mengatakan keluarga belum mendapatkan penjelasan terkait penyebab kematian almarhum. Hanya saja, dari informasi petugas yang mengantarkan jenazah menduga jika almarhum terserang virus.
“Menurut penjelasan dari petugas yang mengantarkan jenazah almarhum mengatakan bahwa almarhum diduga terserang virus hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia. Namun, kami tidak sepenuhnya percaya begitu saja,” tegas Syaiful. Terlebih, lanjut Syaiful, pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada fisik jenazah almarhum.
“Secara fisik, kami menemukan beberapa kejanggalan dari tubuh almarhum. Salah satunya bagian bibir almarhum terlihat bengkak, beberapa bagian tubuh seperti di lengan tampak kebiruan,” ungkapnya.
Meski demikian, Syaiful mengatakan pihak keluarga tak mau berspekulasi tentang penyebab kematian almarhum. Pihak keluarga akan mengikuti prosedur dengan menunggu hasil pemeriksaan visum dari dokter RSUD dr Rubini Mempawah.
“Pihak keluarga belum mendapatkan surat keterangan hasil pemerksaan medis dari dokter untuk mengetahui penyebab kematian almarhum. Informasinya hasil cek visum baru akan keluar besok (Selasa),” tuturnya.
“Jadi, kita tunggu saja hasil visum seperti apa. Dan jika memang nantinya ditemukan hal-hal yang tidak wajar, maka kami pastikan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum,” tandasnya.(wah)