Jemaah tiba dibandara Hang Nadim Batam pada Kamis, 11 Juli 2024 pukul 23.00 WIB. "Alhamdulillah. Jemaah haji Kloter 18 BTH Batam sudah tiba di tanah air. Kami berangkat dari Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Total 444 orang jemaah dan petugas.
Namun, ada 1 orang jemaah haji yang sakit atas nama Sukinem Santarji Sanmarji. Umur 66 thn asal Kabupaten Kubu Raya. No. Paspor: E5148598. “Dirawat di CU RS King Fahd Madinah sejak 10 Juli 2024," ungkapnya.
Matsuri, jemaah haji asal Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi layanan haji tahun ini. "Alhamdulillah, kami sangat terkesan atas pelayanan jemaah haji tahun ini. Mulai dari tanah air, saat di tanah suci maupun kembali lagi ke tanah ini, pelayanan yang kami terima sangat mengesankan, sangat luar biasa maksimal. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua panitia yang membantu penyelenggaraan haji ini berlangsung dengan lancar dan sukses," jelasnya.
Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Kalbar, Kamaluddin mengimbau para jemaah untuk menjaga kemabruran hajinya.Pernyataan ini disampaikan oleh Kamaluddin pada acara penyambutan Jemaah Haji Kalbar kloter 18 flight 1 di Hotel Orchadz Perdana Pontianak, Jumat (12/7).
Jemaah Haji Kalbar kloter 18 flight 1 merupakan jemaah dari Kabupaten Kubu Raya 125 orang bersana dengan Kabupaten Sintang 31 orang ditambah 2 orang PHD.
Kamaluddin mengharapkan agar para jemaah terus meningkatkan amal ibadah mereka sebagai upaya untuk menjaga kemabruran haji. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan memakmurkan masjid, seperti yang telah dilakukan saat berada di tanah suci Mekkah dan Madinah.
"Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT (Hablum Minallah),"ungkapnya.
Selain itu, Kamaluddin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
Ia mengajak para jemaah untuk terus berkontribusi dalam kehidupan sosial dengan meningkatkan infak dan sedekah.
Menurutnya, amal ibadah yang dilakukan secara konsisten akan membantu para jemaah mempertahankan kemabruran hajinya.
Kamaluddin mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga harus membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya, baik dalam hal ibadah maupun dalam interaksi sosial. "Dengan demikian, kemabruran haji akan terus terjaga dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,"pungkasnya. (mrd)