Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, menyampaikan bahwa Bupati Sambas, H. Satono, terus berupaya berkoordinasi dengan pihak kepresidenan agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat meresmikan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB). Pemkab Sambas masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana peresmian jembatan tersebut.
Bupati Satono secara langsung membangun komunikasi agar Presiden Prabowo dapat hadir di Kabupaten Sambas untuk meresmikan JSSB. "Kami di Pemkab Sambas masih menunggu jadwal Presiden RI, apakah nanti bisa meresmikan JSSB," kata Heroaldi, Selasa (25/2).
Sembari menunggu kepastian dari pihak kepresidenan, JSSB saat ini masih dalam proses Audit Keselamatan Jalan (AKJ), yang merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Kemen PUPR bisa segera mengeluarkan hasil audit, sehingga setelah itu tinggal menunggu peresmian JSSB," tambahnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Audit Keselamatan Jalan (AKJ) wajib dilakukan pada setiap tahapan konstruksi jalan, termasuk sebelum jalan mulai beroperasi. Audit ini bertujuan untuk mencegah atau mengurangi risiko kecelakaan serta meminimalkan dampaknya.
Sebelumnya, JSSB telah lulus uji laik fungsi struktur jembatan. Mengacu pada Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, uji laik fungsi merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi sebelum jembatan atau terowongan dapat digunakan. Uji laik fungsi ini dilakukan pada jembatan yang baru selesai dibangun maupun setelah proses rehabilitasi. Jika hasilnya dinyatakan aman, maka jembatan dapat segera dibuka untuk umum. (fah)
Editor : Indra Zakaria