PONTIANAK - Warga Kota Pontianak mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam beberapa hari terakhir. Isu kelangkaan ini pun mencuat di platform media sosial. Namun, Pertamina mengklaim pasokan masih berjalan normal, bahkan jumlahnya ditambah.
Keluhan warga tersebut dibenarkan salah satu agen resmi gas elpiji 3 kg bersubsidi di Kota Pontianak, Vale. “Ini sudah langka,” ucapnya, Selasa (9/9). Ia melihat pasokan sejauh ini masih normal. hanya saja entah mengapa permintaan mengalami kenaikan. Ia mengungkapkan bahwa kelangkaan tersebut sudah menjadi hal musiman. “Memang ada musim-musimnya. Kalau pas langka, warga ramai. Tapi ketika pasokan datang dalam jumlah banyak, mereka (pembeli) tidak datang,” ujarnya.
Menurut Vale, jumlah dan intensitas pasokan elpiji bersubsidi 3 kg untuk pangkalan berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan. Ada yang dua kali sepekan dan ada pula yang setiap hari. Untuk menghindari penimbunan, pangkalan menerapkan aturan ketat, yakni satu KTP hanya bisa membeli satu tabung gas. Menurutnya, hal itu sudah merupakan aturan. “Tidak boleh lebih dari satu,” jelas Vale.
PT Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) Kalbar V Gas, Muhammad Fadlan, menegaskan bahwa stok elpiji 3 kilogram di wilayah Pontianak dan sekitarnya dalam kondisi aman. Isu kelangkaan yang sempat beredar disebut Fadlan sebagai dampak dari libur akhir pekan serta meningkatnya konsumsi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini sebenarnya efek dari hari Minggu kemarin. Memang kita tidak ada penyaluran karena operasi berlangsung Senin-Sabtu. Bahkan di hari Jumat itu pun, saat tanggal merah (Maulid, red), kita ada penyaluran,” katanya, Senin (8/9).
Sebagai bentuk antisipasi lonjakan permintaan pada momen Maulid Nabi SAW, pihaknya juga telah melakukan penyaluran tambahan atau extra dropping sebesar 50 persen dari alokasi harian. Penambahan ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan stok di tengah tingginya konsumsi masyarakat.
Fadlan menambahkan bahwa Pertamina telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, guna memantau kondisi di lapangan. Pihaknya juga mengarahkan agen untuk segera mengisi ulang stok di wilayah yang melaporkan kekosongan, seperti di Kecamatan Pontianak Utara dan wilayah Siantan.
"Ada (laporan) di wilayah Pontianak Utara, dan kita langsung ngarahin teman-teman agen buat ngisi," ujarnya. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa distribusi elpiji 3 kilogram dikhususkan untuk rumah tangga miskin, pelaku UMKM, petani, dan nelayan sasaran. Ia khawatir adanya praktik pembelian oleh oknum yang kemudian menjual kembali gas bersubsidi ini ke konsumen lain, yang bukan sasaran utama. (*)
Editor : Indra Zakaria