Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perjuangan Warga Sajingan Besar: Terjang Banjir Setinggi Dada Demi Panen Durian dan Dijual ke Malaysia

Redaksi Prokal • 2026-01-09 12:00:00
Warga Dusun Sawah, Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas mesti menyeberang sungai saat panen durian pada Kamis (8/1). Durian dusun ini menarik pembeli hingga ke Malaysia. (ISTIMEWA)
Warga Dusun Sawah, Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas mesti menyeberang sungai saat panen durian pada Kamis (8/1). Durian dusun ini menarik pembeli hingga ke Malaysia. (ISTIMEWA)

 

SAMBAS – Memasuki musim buah, warga Dusun Sawah, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, harus berjibaku dengan tantangan alam yang ekstrem. Demi menjemput pundi-pundi rupiah dari hasil panen durian, warga setempat terpaksa menyeberangi sungai dengan arus yang cukup deras dan ketinggian air yang tidak menentu.

Kondisi ini menjadi rutinitas tahunan yang melambangkan kegigihan masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Untuk memastikan buah durian yang jatuh tidak hilang atau rusak, warga biasanya memilih untuk bermalam di kebun selama berhari-hari. Pada pagi hari, mereka mengumpulkan buah yang jatuh dan memikulnya kembali ke pemukiman melewati akses yang sulit.

Salah seorang warga, Serawati, menceritakan bahwa akses utama menuju kebun mereka adalah Sungai Sampayang yang terletak tepat di belakang pemukiman. Tantangan menjadi berkali-kali lipat lebih berat saat musim hujan tiba. Meskipun ketinggian air sungai mencapai dada orang dewasa akibat banjir, warga tetap nekat menyeberang demi menyelamatkan hasil panen mereka.

Dusun Sawah sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung durian berkualitas di Kabupaten Sambas. Potensi ekonomi yang besar di daerah ini menarik minat banyak agen atau pengepul, yang biasa disebut cangkau, untuk datang langsung ke desa tersebut. Durian-durian hasil jerih payah warga ini tidak hanya dipasarkan ke wilayah lokal Sambas, tetapi juga diekspor hingga ke negara tetangga, Malaysia.

Selain para agen besar, musim panen ini juga menjadi daya tarik bagi pembeli perorangan yang sengaja datang ke rumah-rumah warga untuk mendapatkan durian segar langsung dari pohonnya. Meski harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai banjir, semangat warga Dusun Sawah tidak surut, mengingat musim durian merupakan momen penting bagi stabilitas ekonomi keluarga mereka sepanjang tahun.(*)

Editor : Indra Zakaria