SINTANG – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Sintang dalam beberapa hari terakhir mulai memicu dampak serius bagi warga di bantaran sungai. Luapan air sungai dilaporkan merendam permukiman penduduk di Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak, yang mengakibatkan aktivitas harian masyarakat lumpuh akibat genangan air yang masuk hingga ke dalam bangunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengonfirmasi bahwa banjir tersebut dipicu oleh peningkatan debit air sungai yang tidak lagi mampu menampung curah hujan ekstrem. Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Desa Nanga Pari di Kecamatan Sepauk serta Desa Benua Kencana di Kecamatan Tempunak. Kenaikan air yang terjadi secara signifikan ini langsung menyasar titik-titik rendah yang padat permukiman.
Di Kecamatan Sepauk, banjir dilaporkan merambah tiga dusun di Desa Nanga Pari dengan tingkat kedalaman yang bervariasi. Dusun Tanjung Kepayang menjadi area yang paling terdampak dengan catatan 48 rumah terendam, diikuti oleh Dusun Kuai dengan 20 rumah, serta Dusun Tuntun Palah yang menggenangi enam bangunan warga. Meski air dilaporkan sempat masuk ke dalam rumah, kondisi di wilayah ini dikabarkan tidak berlangsung lama dan berangsur surut seiring meredanya hujan.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Layang Mentari, Desa Benua Kencana, yang berada tepat di pinggiran Sungai Kura, Kecamatan Tempunak. Sebanyak 60 kepala keluarga harus merasakan dampak luapan air yang tidak hanya merendam tempat tinggal, tetapi juga menjangkau kandang-kandang ternak milik warga. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor peternakan di wilayah tersebut.
Pihak BPBD memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sementara pendataan mengenai kerugian material masih terus dilakukan oleh tim di lapangan. Kusnidar menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan pemerintah desa dan kecamatan terus diperkuat guna memantau perkembangan cuaca. Warga yang tinggal di area rawan banjir diminta untuk tetap siaga dan segera melapor jika terjadi kenaikan debit air yang drastis, mengingat kondisi atmosfer masih berpotensi menurunkan hujan susulan.(*)
Editor : Indra Zakaria