SANGGAU – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kalimantan Barat sejak awal Januari 2026 memicu bencana hidrometeorologi hebat di tujuh kabupaten. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar hingga 11 Januari 2026, sebanyak 51 desa di 22 kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor, yang memaksa ribuan warga harus berjuang menghadapi genangan air dan lumpuhnya akses transportasi.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan sungai-sungai besar meluap. Kabupaten yang terdampak meliputi Sambas, Sekadau, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau, dan Sintang. Tercatat sedikitnya 3.532 jiwa dari 929 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana ini.
Kabupaten Sanggau menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah dan kompleks. Selain merendam permukiman, banjir besar memutus akses Jalan Lintas Malindo yang merupakan urat nadi strategis penghubung antarkecamatan sekaligus jalur menuju perbatasan RI–Malaysia. Ketinggian air di ruas jalan tersebut mencapai 115 sentimeter, membuat kendaraan roda empat dan roda enam tidak dapat melintas. Kendaraan roda dua hanya bisa menyeberang dengan bantuan rakit atau perahu warga.
Dandim 1204/Sanggau, Letkol Kav. Slamet Purwanto, melaporkan bahwa kondisi terburuk terpantau di Kecamatan Sekayam, tepatnya di Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai dua meter, merendam ratusan rumah dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat secara total. Personel TNI bersama Polri dan BPBD telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu evakuasi dan pengamanan logistik.
Selain banjir, ancaman tanah longsor juga menghantui wilayah Kabupaten Melawi. Pergerakan tanah dilaporkan terjadi di dua desa akibat kenaikan debit sungai yang ekstrem, meningkatkan risiko bagi warga yang bermukim di lereng bukit dan bantaran sungai. Di Kabupaten Sambas dan Entikong, air dilaporkan sudah mulai berangsur surut, dan warga kini mulai membersihkan sisa lumpur di rumah mereka masing-masing.
Pihak BPBD Kalimantan Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi hujan lebat susulan diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan pendataan korban dan distribusi bantuan darurat menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi akibat genangan air yang belum surut.(*)
Editor : Indra Zakaria