SANGGAU — Bencana banjir yang melanda Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, menyisakan potret memilukan sekaligus mengharukan. Sebuah prosesi pemakaman terpaksa dilakukan dengan cara darurat setelah akses jalan utama terputus total akibat genangan air yang mencapai dada orang dewasa, Minggu (11/1).
Ambulans yang mengangkut jenazah tidak mampu melanjutkan perjalanan karena tingginya muka air dan derasnya arus banjir. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua tidak memiliki pilihan lain selain berhenti di titik aman sebelum lokasi pemakaman.
Melihat situasi tersebut, warga setempat bersama aparat kepolisian tidak tinggal diam. Dengan penuh kehati-hatian, mereka berinisiatif menurunkan peti jenazah dari ambulans dan memanggulnya secara manual. Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, tampak berada di barisan depan, ikut memanggul peti jenazah dan menerjang arus air yang cukup kuat demi memastikan prosesi pemakaman tetap berlangsung.
“Kondisi jalan benar-benar tidak memungkinkan untuk kendaraan melintas. Kami bersama warga berinisiatif memanggul peti jenazah agar almarhum bisa segera dimakamkan dengan layak sesuai rencana keluarga,” ujar AKP Heri Triyana usai evakuasi.
Sepanjang jalur menuju pemakaman, warga dan aparat harus ekstra waspada karena beberapa titik memiliki arus yang cukup kuat dan dapat membahayakan keselamatan. Kebersamaan dan kepedulian masyarakat di tengah bencana menjadi kunci hingga jenazah akhirnya sampai di lokasi peristirahatannya yang terakhir.
Salah seorang warga Beduai mengungkapkan rasa harunya atas gotong royong tersebut, meski ia juga merasa sedih karena banjir yang telah berlangsung selama beberapa hari ini sangat menyulitkan aktivitas sakral seperti pemakaman. Warga berharap air segera surut agar duka masyarakat tidak semakin bertambah akibat sulitnya akses mobilitas.
Banjir di Beduai dipicu oleh luapan sungai akibat curah hujan ekstrem yang melanda Kalimantan Barat sejak awal Januari. Hingga saat ini, aparat kepolisian dan BPBD terus melakukan pemantauan debit air dan mengimbau warga di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (*)
Editor : Indra Zakaria