Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Misteri Surat Terakhir Siswi MTs di Sungai Kakap sebelum Ditemukan Meninggal

Redaksi Prokal • 2026-01-29 10:47:10
Anggota Polsek Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya mendatangi lokasi kejadian siswi MTs yang gantung diri pada Kamis (22/1). (ISTIMEWA)
Anggota Polsek Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya mendatangi lokasi kejadian siswi MTs yang gantung diri pada Kamis (22/1). (ISTIMEWA)

PONTIANAK- Duka mendalam menyelimuti warga Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, setelah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial C (13) ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (22/1/2026). Tragedi yang menimpa remaja asal Pontianak ini memicu perhatian serius dari pihak kepolisian, lantaran adanya dugaan kuat bahwa korban mengalami tekanan psikologis yang cukup berat sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

Kapolsek Sungai Kakap, Ipda Dollas Zimmi Saputra Nainggolan, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Kakap telah diterjunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Meski proses penyelidikan masih berjalan, polisi mulai merangkai kepingan informasi terkait kondisi korban. Berdasarkan keterangan ibu dan abang korban, C sempat menunjukkan perubahan sikap yang drastis pada malam sebelum kejadian, bahkan sempat mengaku sedang terbebani oleh sebuah masalah di lingkungan sekolahnya.

Salah satu bukti krusial yang kini berada di tangan penyidik adalah sebuah surat wasiat yang ditinggalkan oleh korban. Dalam surat tersebut, C menuangkan perasaan malu dan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarganya. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk menelusuri apakah ada unsur perundungan (bullying) atau konflik lain di sekolah yang memicu korban mengambil keputusan nekat tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, Ipda Adrianus Ari, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kematian korban. Namun, ia memastikan bahwa setiap informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk isu tekanan di sekolah, akan didalami secara profesional. Polisi berupaya mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah guna mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai keseharian korban selama di kelas.

Hingga kini, keluarga korban memilih untuk menutup diri dan menyerahkan seluruh penanganan kasus ini kepada kepolisian. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak akan krusialnya pengawasan terhadap kesehatan mental anak dan remaja di lingkungan pendidikan. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi liar yang dapat menambah beban duka keluarga, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi rampung.(*)

Editor : Indra Zakaria