Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Program Makan Bergizi Gratis di Marau, Ketapang Kalbar Dihentikan Total, 87 Siswa Jalani Perawatan Intensif

Redaksi Prokal • 2026-02-06 07:25:00
Ratusan siswa di Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang dirawat di Puskesmas usai menyantap menu MBG pada Kamis (5/2). (ISTIMEWA)
Ratusan siswa di Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang dirawat di Puskesmas usai menyantap menu MBG pada Kamis (5/2). (ISTIMEWA)

PROKAL.CO- Buntut dari dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar, operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, resmi dihentikan sementara. Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat setelah puluhan siswa dari tiga sekolah dilaporkan tumbang dengan gejala mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Kepala Program MBG Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengonfirmasi bahwa distribusi makanan dihentikan total mulai Jumat (6/2/2026) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini dilakukan sembari menunggu hasil investigasi internal dan instruksi dari pimpinan pusat. Agus menjelaskan bahwa pihak SPPG baru menyadari adanya insiden tersebut pada Kamis pagi, setelah pihak sekolah melaporkan banyaknya siswa yang absen karena jatuh sakit secara bersamaan.

Berdasarkan data terkini, total korban terdampak mencapai 87 pelajar. Rinciannya terdiri dari 40 siswa SMK Negeri 1 Marau, 30 siswa SMA Negeri 1 Marau, dan 17 siswa SMP Negeri 1 Marau. Hingga Kamis malam, sebanyak 70 pelajar masih harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Marau, sementara 17 lainnya sudah dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang. Seluruh biaya pengobatan para korban dipastikan akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengelola program.

Pihak MBG Regional Kalbar pun menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para siswa, orang tua, dan pihak sekolah atas insiden ini. Agus menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan "golden sampel" atau sampel makanan dari menu hari Rabu (4/2) ke laboratorium untuk diuji secara klinis. Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan kesehatan para pelajar dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) di dapur penyedia makanan.

Investigasi internal kini tengah membidik proses pengolahan dan penyediaan makanan di SPPG Ketapang–Marau–Riam Batu Gading untuk menemukan titik lemah yang memicu kontaminasi. Selama masa penghentian operasional ini, tim di lapangan diperintahkan untuk fokus pada penanganan korban dan koordinasi dengan tenaga medis. Publik kini menanti hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah penyebab keracunan berasal dari bahan baku atau proses sanitasi yang tidak memadai.(*)

Editor : Indra Zakaria