Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Setelah di Ketapang, Kasus Keracunan Meluas ke Singkawang: Puluhan Siswa MAN Model Tumbang Usai Santap MBG

Redaksi Prokal • 2026-02-07 07:30:00
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kadis Kesehatan dan KB H Hardin, dan Kadis pendidikan dan kebudayaan H Asmadi di RS Sa
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kadis Kesehatan dan KB H Hardin, dan Kadis pendidikan dan kebudayaan H Asmadi di RS Sa

SINGKAWANG – Setelah insiden besar di Ketapang, kasus dugaan keracunan makanan kembali membayangi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat. Kali ini, sebanyak 56 siswa MAN Model Singkawang terindikasi mengalami keracunan massal, di mana puluhan di antaranya harus dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan pada Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mulai dirasakan para siswa sejak Kamis (5/2/2026) sore, sesaat setelah mengonsumsi paket MBG yang didistribusikan pada siang hari. Makanan tersebut diketahui berasal dari Dapur MBG yang berlokasi di kawasan Bukit Batu, Singkawang Tengah. Dari total 906 siswa yang ada di sekolah tersebut, puluhan anak melaporkan keluhan serupa berupa pusing kepala, mual, sakit perut hebat, hingga muntah-muntah.

Kekhawatiran para orang tua memuncak saat kondisi fisik anak-anak mereka kian melemah, sehingga sekitar 25 hingga 31 siswa harus segera dievakuasi ke RS Sa’adah, RS Abdul Aziz, RS Vincent, RS Harapan Bersama, serta beberapa klinik terdekat. Perbedaan daya tahan tubuh membuat sebagian siswa harus menjalani rawat inap intensif, sementara sebagian lainnya diperbolehkan rawat jalan setelah mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan setempat turun langsung meninjau kondisi para siswa yang dirawat di RS Sa'adah. Dalam pantauan tersebut, dilaporkan terdapat enam siswa yang masih dalam kondisi lemas namun secara keseluruhan sudah dalam status stabil dan tengah menjalani masa pemulihan.

Tjhai Chui Mie menyampaikan keprihatinan mendalam mengingat ini merupakan kasus pertama yang terjadi sejak program MBG digulirkan di Kota Singkawang. Ia menegaskan agar kejadian ini menjadi yang terakhir dan meminta seluruh petugas penyedia makanan untuk melakukan evaluasi total. Penekanan utama diberikan pada aspek higienitas dan standarisasi pelayanan agar tujuan program untuk memberikan manfaat gizi tidak justru membahayakan kesehatan siswa.

Salah satu orang tua siswa yang mendampingi anaknya di rumah sakit mengungkapkan bahwa anaknya berangkat ke sekolah dalam kondisi yang sangat bugar. Namun, setelah menyantap makanan yang disediakan, sang anak langsung mengeluhkan lemas luar biasa hingga tidak mampu beraktivitas. Pemerintah kota berjanji akan mengawal kasus ini dan memastikan kualitas pelayanan MBG ditingkatkan secara signifikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Editor : Indra Zakaria