Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Update Corona di Banua: Balita Tiga Tahun Tertular Corona, Kasus di Kalsel Naik Signifikan

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 16 Mei 2020 - 18:36 WIB
GLADI RESIK: Suasana simulasi pengamanan posko PSBB yang dilakukan di Polres Banjarbaru, kemarin. Dalam pelaksanaan PSBB petugas di lapangan harus mengutamakan humanis terhadap masyarakat yang diperiksa. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
GLADI RESIK: Suasana simulasi pengamanan posko PSBB yang dilakukan di Polres Banjarbaru, kemarin. Dalam pelaksanaan PSBB petugas di lapangan harus mengutamakan humanis terhadap masyarakat yang diperiksa. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Hari ini (16/5), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru dan dua kabupaten lain: Banjar serta Batola mulai diterapkan. Masyarakat pun diminta agar mematuhi aturan atau kebijakan yang dijalankan pemerintah dalam pemberlakuan PSBB.

Di Kota Banjarbaru misalnya, pemerintah setempat terus menyosialisasikan terkait pembatasan dan penghentian sementara beberapa aktivitas selama PSBB diterapkan. Guna meminimalisir penularan virus corona atau Covid-19.

Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, PSBB diterapkan ialah untuk membatasi mobilisasi masyarakat. Baik dari luar daerah, maupun di dalam kota atau kabupaten itu sendiri. "Kita harapkan dengan penerapan PSBB ini, masyarakat dari luar maupun di dalam ada penurunan. Demi, mengurangi kasus Covid-19," katanya.

Dia mengungkapkan, untuk membatasi mobilisasi masyarakat dari luar daerah. Pemko Banjarbaru dan Pemkab Banjar, bersama stakeholder terkait telah menempatkan 12 titik posko pengamanan perbatasan. Terdiri dari tiga posko gabungan. Serta, lima posko di Banjarbaru dan empat di Kabupaten Banjar.

"Kita bersyukur PSBB dapat dilakukan secara bersinergi antara Banjarbaru dan Banjar. Ini memberikan harapan dan optimisme, karena adanya persepsi yang sama (dari dua daerah) dalam menghadapi persoalan wabah secara bersama-sama," ungkapnya.

Sekadar diketahui, tiga posko PSBB gabungan antara Banjarbaru dan Banjar masing-masing berada di SPBU Gubernur Soebarjo; Batas Kota, depan Q Mall Banjarbaru serta di Indomaret Sungai Ulin.

Sedangkan, untuk posko khusus Kabupaten Banjar, ditempatkan di Simpang Empat Sungai Tabuk; Jalan A Yani Km 7, Kertak Hanyar; Jalan Gubernur Soebarjo, Basirih dan di Jalan A Yani, Pasar Astambul.

Sementara di wilayah Banjarbaru, posko ditempatkan di Simpang Empat Jalan Karang Anyar; Simpang 3 Bangkal, Kecamatan Cempaka; Simpang 4 Depan SPBU LIK Liang Anggang; Depan Kota Citra Graha dan di SPBU Km 17, Jalan Lingkar Utara.

Lalu kebijakan apa yang diterapkan untuk membatasi mobilisasi masyarakat di dalam daerah? Pria yang akrab disapa Jaya ini menuturkan bahwa pemerintah daerah membatasi jam operasional sejumlah tempat usaha. Mulai dari rumah makan, minimarket, mal hingga pasar tradisional. "Di Banjarbaru, tempat usaha maksimal jam 8 malam sudah harus tutup," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dengan tutupnya sejumlah tempat usaha maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk ke luar rumah. "Misal, mau beli makan. Tidak bisa, karena rumah makan tutup. Bahkan, pasar kaget yang biasanya buka malam juga kami tiadakan sementara sampai 14 hari ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Banjar, Sekda Banjar M Hilman menyampaikan bahwa kebijakan PSBB yang diterapkan di wilayahnya sebagian besar sama dengan di Banjarbaru. "Jadi terkait dengan pedoman pelaksanaan PSBB, kami mengacu pada Peraturan Gubernur yang sudah dibahas untuk Kabupaten Banjar, Batola dan Kota Banjarbaru. Dengan dasar Pergub tersebut disusun Perwali dan Perbup. Jadi semua wilayah sama," ucapnya.

Dikatakannya, beda antara Banjarbaru dan Banjar hanyalah waktu pembatasan tempat usaha. "Bedanya cuma waktu. Di Banjarbaru tempat usaha boleh buka sampai jam 20.00. Sedangkan di Banjar sampai 21.00," katanya.

Dia menjelaskan, Pemkab Banjar memilih melonggarkan aktivitas tempat usaha satu jam lebih malam, lantaran menyesuaikan dengan jadwal pasar tradisional yang ada di wilayahnya. "Pasar tradisional di Banjar ada tiga. Pasar pagi, pasar siang dan pasar sore. Nah, pasar sore ini bukanya sampai jam 9. Jadi ada masukan dari pedagang saat kami lakukan sosialisasi, mereka minta pembatasan sampai jam 9 malam," pungkasnya.

___
Kasus di Kalsel Naik Signifikan

Pembatasan di mana-mana, tapi kurva kasus Covid-19 di Kalsel tak kunjung melandai. Hingga kemarin jumlahnya sudah mencapai 321 kasus positif atau bertambah 34 kasus dibanding Kamis (14/5) sehari sebelumnya.

Satu kasus paling membuat sedih datang dari Kabupaten Batola. Seorang balita berumur tiga tahun diketahui mengidap virus corona. Ini setelah otoritas kesehatan melakukan tes swab kepada sembilan orang kontak pasien Covid-19 yang berada di Alalak.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Batola Azizah Sri Widari mengatakan semua pasien baru ini sudah dikarantina di SKB Marabahan. "Tujuh diantaranya merupakan keluarga pasien BTL-38. Hanya satu yang merupakan kontak erat non keluarga," cerita Azizah sembari mengatakan total ada delapan keluarga dekat yang sudah tertular.

Azizah mengungkapkan, untuk penularan BTL-38 belum diketahui. Untuk sementara, dia dianggap tertular di komunitas masyarakat."Kami akan melakukan treking yang lebih luas guna memutus mata rantai penyelnggara Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kota Banjarmasin menjadi penyumbang tertinggi, sebanyak 11 kasus terlaporkan ke gugus tugas Covid-19 Kalsel. Disusul Kabupaten Tanah Laut sebanyak sembilan kasus, Barito Kuala delapan kasus, Banjar lima kasus dan Kotabaru satu kasus.

Penambahan 11 kasus terkonfirmasi positif baru di Banjarmasin ini membuat jumlah kasus Covid-19 di Banjarmasin menjadi 104 kasus. 28 orang dinyatakan meninggal dunia karena virus ini di Banjarmasin saja.

Sementara penambahan sembilan kasus baru di Tanah Laut kemarin, menjadikan jumlah kasus Covid-19 di daerah tersebut sebanyak 29 kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan kasus di Barito Kuala yang mengalami penambahan delapan kasus kemarin, menjadikan jumlah kasus di sana menjadi 51 kasus terkonfirmasi positif.

Kabupaten Barito Kuala sendiri menjadi daerah nomor dua terbanyak setelah Banjarmasin. Disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 40 kasus terkonfirmasi positif dan Kabupaten Banjar sebanyak 31 kasus setelah penambahan lima kasus terkonfirmasi postif kemarin.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim membeberkan, selain kasus Covid-19 yang terus mengalami penambahan, kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak lima orang. Sehingga total kasus meninggal dunia karena Covid-19 sudah mencapai 35 orang.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini juga menerangkan, ada empat orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Tiga orang yang dirawat di RSUD Ulin dan satu orang yang dirawat di RSUD Ratu Zaleha. “Hasil swab nya belum kami terima,” imbuhnya.

Di sisi lain, Muslim juga mengabarkan pasien yang dinyatakan sembuh Covid-19 di Kalsel yang juga mengalami penambahan. Meski jumlahnya tak sebanyak kasus tambahan terkonfirmasi positif dan yang meninggal dunia. “Ada penambahan kasus sembuh dua orang, mereka berasal dari Kabupaten Tanah Laut,” tandasnya.

___
IGD Ansari Saleh buka Lagi

Sementara itu, sempat ditutup sementara lantaran penuhnya pasien Covid-19, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ansari Saleh Banjarmasin mulai beroperasi Jumat (15/5) sore kemarin.

“Kami operasionalkan kembali. Ini juga sebagai informasi kepada masyarakat yang ingin berobat di sini,” terang Direktur Utama, Izaak Zoelkarnaen kemarin.

Disampaikannya, masyarakat yang ingin berobat tak perlu takut jika harus ke IGD terlebih dahulu. Pasalnya, sejak Kamis (14/5) malam hingga Jumat (15/5) pagi dilakukan penyemprotan disinfektan disemua sisi IGD.

Diceritakannya, 15 pasien Covid-19 yang sempat dirawat di IGD pada Selasa (12/5) malam lalu, sebagiannya sudah dipindah ke Ruang Kumala lantai 1 yang dijadikan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19. Sebelumnya di lantai 2 dan 3 sudah difungsikanjuga sebagai perawatan Covid-19.

“Selain ada yang dirujuk ke RSUD Ulin, ada pula yang sudah mengisi ruangan baru yang sudah selesai,” tukasnya.

Ruangan lantai 1 Ruang Kumala sendiri disiapkan 20 tempat tidur bagi perawatan pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. “Dulu hanya 30 saja, sekarang totalnya sudah 50 tempat tidur tersedia,” ungkap Izaak.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasien rujukan Covid-19 datang tak henti pada Selasa malam. Ruangan isolasi termasuk satu IGD yang difungsikan khusus Covid-19 tak mampu menampung. Akhirnya, pihak rumah sakit memfungsikan IGD umum. Menghindari penularan kepada pasien lain, IGD pun ditutup sementara sembari menunggu selesai renovasi Ruang Kumala lantai 1.

Dia berharap, pasien Covid-19 tak membeludak kembali. Sehingga IGD yang sedianya untuk perawatan pasien umum tak terganggu seperti kemarin. “Repot juga kalau ada pasien yang ingin berobat. Mudah-mudahan kejadian serupa tak terjadi lagi,” tandasnya. (ris/mof/bar/by/ran)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona #pelayanan rumah sakit