Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta, kemarin (3/6) berkunjung ke Kantor Pusat Radar Banjarmasin. Dalam kesempatan itu, alumni Akpol 92 ini bercerita banyak tentang pengalamannya mengungkap kasus-kasus besar selama berkarir di kepolisian.
-- Oleh: SUTRISNO, Banjarbaru --
Turun dari mobil berwarna hitam, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta tiba di Gedung Biru sekitar pukul 11.00 Wita. Dia didampingi Direktur Intelkam Kombes Pol Hajat Mabrur Bujangga, Kabid Humas Kombes Pol Mochamad Rifa’i dan jajarannya.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Radar Banjarmasin, H Suriansyah Achmad dan Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin, serta Manager Sirkulasi dan Pemasaran Radar Banjarmasin, Tatas Dwi Utama.
Rombongan kemudian bersama-sama memasuki ruang tamu Radar Banjarmasin. Berada di lantai satu bangungan di Jalan A Yani Km 26,9, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru tersebut.
Di awal percakapan, Dirut Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Kapolda Kalsel bersama jajaran. Dia juga memperkenalkan dirinya dan manajemen Radar Banjarmasin yang hadir dalam ruangan itu.
Selain itu, Suriansyah juga menjelaskan tentang Radar Banjarmasin yang merupakan koran harian di Kalsel bagian dari jaringan media nasional, Jawa Pos Grup.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Nico Afinta menyampaikan maksud kedatangan mereka. Dia mengaku sebagai orang baru di Polda Kalsel perlu memperkenalkan diri ke media. Termasuk di Radar Banjarmasin.
"Karena selama saya bertugas banyak dibantu oleh teman media. Saya yakin betul, Polri dan media perlu bersinergi dalam menghadapi kamtibmas (keamanaan dan ketertiban masyarakat)," ucapnya.
Apalagi dengan media jaringan media Jawa Pos Grup, menurutnya semakin mengerti dengan dinamika suatu wilayah. "Saya melihat, Radar ini tim analisisnya sangat kuat. Kami ingin meningkatkan komunikasi (dengan Radar Banjarmasin) terkait penyelesaian masalah di Kalsel. Seperti Covid-19, lalu nanti Karhutla dan Pilkada," ujarnya.
Setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka, Nico kemudian bercerita tentang pengalamannya selama berkarir di kepolisian. Salah satunya, saat menjabat Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, dia bersama timnya berhasil mengungkap kasus besar. Yakni, narkoba jenis sabu seberat satu ton di daerah Anyer, Banten pada 2017 lalu.
"Saat itu kami melakukan penyelidikan selama satu bulan. Yang kami ikuti bukan barang, tapi manusia," katanya.
Dia menuturkan, kasus penyelundupan satu ton itu sendiri melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA). Yakni, dari Taiwan, Myanmar dan Cina. "Infonya barang dari Myanmar. Tapi yang mengangkut orang Taiwan. Sementara bosnya orang Cina," tuturnya.
Bukan hanya itu, saat menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya, prestasi juga pernah ditoreh Nico. Dalam kondisi suhu politik yang memanas karena adanya Pilpres, Ratna Sarumpaet pernah menyebarkan hoax ke publik. Dengan wajah yang babak belur, Ratna mengaku menjadi korban penganiayaan.
Namun, dalam penyelidikan yang dilakukan, menunjukkan Ratna membuat rekayasa dalam kasus tersebut. Nico bersama jajarannya berhasil membuktikan bahwa memar di wajah Ratna lantaran operasi plastik. Ratna pun ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, kemudian diadili.
“Saat itu, ada banyak wartawan menunggu Ratna di Polda Metro Jaya saat ditangkap untuk dilakukan proses pemeriksaaan. Ini membuktikan kasus tersebut menjadi perhatian publik,” kata Nico.
Sekarang, sebagai Kapolda Kalsel, tugas Nico adalah penanganan Covid-19. Dia menyampaikan, kunci dalam menghadapi virus corona adalah disiplin. Kemudian adanya pemahaman bersama bahwa Covid-19 merupakan musuh bersama.
"Jadi mari kita hadapi bersama, sehingga satu orang masyarakat menjadi bagian penting dalam perang terhadap Covid ini. Disiplin satu orang itu akan mempengaruhi seluruh wilayah Kalimantan Selatan," pungkasnya. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin