Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mahasiswa Ciptakan Masker Wajah Moringa: Belajar dari Youtube, Rekrut yang Terdampak Covid-19

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 4 Juli 2020 - 21:44 WIB
BIKIN SENDIRI: Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan mencoba membuat produk Moringa. | FOTO: RAHMAT HIDAYATULLAH/RADAR BANJARMASIN
BIKIN SENDIRI: Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan mencoba membuat produk Moringa. | FOTO: RAHMAT HIDAYATULLAH/RADAR BANJARMASIN

Pandemi Covid-19 membuat Lowongan Kerja (Loker) sepi. Jangankan mencari pekerjaan, yang kontrak kerja pun diputus. Itulah yang dirasakan Rilo Nurohman, mahasiswa yang baru saja lulus di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru tahun 2020 ini.

-- Oleh: RAHMAT HIDAYATULLAH, Banjarbaru --

“GENERASI Emas” sebut Najwa Shihab dilansir dari channel Youtube-nya. Istilah yang diperuntukan buat pelajar maupun mahasiswa yang lulus di tahun 2020. Bisa jadi, istilah ini cocok dinobatkan kepada salah satu mahasiswa ULM yang ikut wisuda online akhir April 2020 tadi. Adalah Rilo Nurohman, founder Masker Wajah “Moringa”.

Di saat masyarakat tengah kesulitan pekerjaan, Rilo malah berusaha untuk membuka pekerjaan untuk dirinya sendiri dan juga rekan-rekannya. Usaha ini ia rintis sejak empat bulan lalu. Awalnya sendirian.

Maret tadi, pria kelahiran 22 Februari 1997 ini mengaku galau. Di saat pandemi Covid-19 yang terus terjadi hingga saat ini, tak mudah mencari pekerjaan. Betapa tidak, ekonomi lumpuh. Praktis, efesiensi perusahaan membuat pekerja banyak yang dirumahkan. Ia pun mencoba berpikir di luar kotak.

“Saya ingat kampung halaman di Blora Jawa Tengah. Di sana ada Kampung Kelor. Saya coba cari di sini (Banjarbaru, red) ternyata ada juga Pohon Kelor,” ujar alumnus ULM penerima Program Bidik Misi tersebut kepada penulis, Jumat (3/7) kemarin.

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Daun Kelor dipercaya dapat membantu menjaga kadar gula darah serta memiliki kandungan antioksidan tinggi. Selain itu, kandungan nutrisi daun kelor pun ternyata tak kalah baiknya. Biasanya  kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional.

Olahan Daun Kelor biasanya untuk dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Banyak juga yang langsung dimakan atau dibikin sayur. Namun di tangan Rilo, Daun Kelor ini ia bikin menjadi masker wajah. Produk dagangnya ia namakan “Moringa”.

Manfaat Moringa sendiri seperti tertulis di kemasan produk seperti mencegah penuaan dini, mengeringkan jerawat, memudarkan flek hitam, mencegah dan mengurangi komedo dan lainnya.

“Awalnya itu saya baca dari Jurnal Ilmiah. Kemudian saya search lebih lanjut dari beberapa sumber, termasuk Youtube juga. Sudah banyak yang bikin pil kesehatan untuk dikonsumsi. Namun sangat sedikit yang dijadikan produk perawatan seperti masker wajah,” ujarnya.

Rilo tinggal di Jalan Ambon Komplek Klaus Reppe Banjarbaru. Rumah yang dipinjamkan relawan kesehatan Banjarbaru dr Gt Rifansyah itu ia jadikan Griya Kelor Banjarbaru, rumah produksi Moringa. Ia kemudian berkeliling di Kota Banjarbaru. Kebetulan ada rekannya yang punya tanaman kelor. Alhamdulillah, dikasih gratis.

Ia kemudian juga mencoba berkeliling di sekitar rumah. Rupanya ada warga yang menanam Pohon Kelor di sekitar rumah. Mencoba negosiasi ingin membeli, malah dikasih gratis juga. Ia pun langsung mencoba membuat masker wajah dari Daun Kelor sesuai dengan petunjuk yang ada di beberapa sumber.

 “Saya coba keringkan sendiri. Kemudian dibikin bubuk dan dicampur dengan rempah seperti kunyit. Dan saya jual di sekitar rumah. Alhamdulillah, sampai sekarang banyak pelanggan,” ujarnya.

Dalam hitungan bulan, pasar Moringa sudah menembus nasional, bahkan hingga Provinsi Bali. Dalam sehari, tak kurang dari 500 bungkus Moringa dikirim ke pelanggan di seluruh penjuru di Indonesia. Besarnya permintaannya pun membuatnya harus menambah personil.

Salah satunya Rezado, korban terdampak Covid-19. Sebelumnya Edo merupakan pelaku pariwisata di Banjarbaru, namun saat ini merapatkan barisan ke Rilo. Selain itu ada rekan-rekannya di Fakultas Kehutanan seperti Maulid Hidayat dan Dwi Kurniawan. “Kami juga dibantu ibu-ibu di dekat rumah. Ada ibu Fachriyah sama ibu Habibah,” ujarnya.

Lantaran banyaknya permintaan, saat ini ia mengambil Daun Kelor yang sudah menjadi serbuk dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitu pula bahan rempahannya seperti Kunyit. Sementara tepung beras ia dapatkan dari distributor lokal.

Tentunya ia berharap di Kota Idaman Banjarbaru pun punya Kebun Kelor seperti di kampung halamannya. Sehingga ia tak kesulitan mencari bahan produksi membuat produknya. Begitu juga dengan rempahnya.

“Kita ingin bahan dengan kualitas bagus. Karena itu bahannya kita ambil dari Jawa langsung. Sementara untuk pengolahan di Banjarbaru,” pungkasnya.

Penjualan sendiri ungkap Rilo mengandalkan reseller baik di dalam maupun luar daerah. Ia hanya menjual Rp10 ribu per bungkus Moringa. Sementara reseller biasanya menjual mulai dari harga Rp15 hingga Rp20 ribu.  Ada target besar Rilo bersama rekan-rekannya, bisa tembus dengan pasar yang lebih luas. Sayangnya terkendala regulasi.

“Karena ini produk kecantikan. Harus ada izin dari BPOM. Sementara persyaratannya kami rasa cukup berat,” ujarnya.

Beruntung, Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan bersama Koordinator PLUT K-UMKM Banjarbaru Rizla Syahrianoor, Jumat (3/7) pagi kemarin berkunjung ke Griya Kelor Banjarbaru, tempat produksi Moringa.

Diakui Jaya, produk-produk kosmetik atau perawatan wajah yang biasanya dibikin pelaku UMKM Banjarbaru terbentur izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Skala izinnya sudah nasional, Kementerian Kesehatan. Namun Jaya mengatakan, Rilo dan rekannya tak usah khawatir. Pemkot Banjarbaru bersama instansi terkait bakal membantu Produk Moringa tembus di pasar besar di Indonesia.

“Dari kemasannya saja saya sudah tertarik mencobanya. Produk Rilo dan kawan-kawan akan kita bawa ke rapat bersama pak Walikota. Insya Allah akan dibantu,” pungkasnya.

Orang nomor dua di Kota Idaman itu juga melihat langsung proses produksi Moringa. Jaya juga mencoba melakukan pembuatan Moringa sesuai petunjuk yang berlaku. “Ini saya bawa pulang ke rumah,” ujarnya disambut tawa Rilo dan kawan-kawannya. (ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Feature Inspirasi