Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sesak Napas, Sejumlah Mahasiswa Banua Minta Kuliah Daring Selama Kabut Asap

izak-Indra Zakaria • Jumat, 6 Oktober 2023 - 06:51 WIB
TETAP KULIAH: Meski dikepung kabut asap, perkuliahan di UIN Antasari masih memakai sistem tatap muka. | FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN
TETAP KULIAH: Meski dikepung kabut asap, perkuliahan di UIN Antasari masih memakai sistem tatap muka. | FOTO: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN

Sejumlah mahasiswa di Kalsel mengeluhkan sesak napas dan batuk akibat pekatnya kabut asap di wilayah Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. Bahkan, sudah ada mahasiswa ULM yang jatuh sakit ketika menjalani kuliah secara tatap muka.

“Sudah ada mahasiswa yang sesak napas, bahkan sampai jatuh pas kuliah. Kasihan dia,” kata Nur Aziza, Rabu (4/10) siang.

Pihaknya meminta ada keringanan dari pihak kampus dari fakultas maupun rektorat agar bisa mengubah perkuliahan menjadi daring sampai kondisi asap benar-benar pulih. 

Edy asal Buntok hanya bisa pasrah mengikuti aturan kampusnya UIN Antasari Banjarmasin yang berkampus Banjarbaru. Sama sekali tidak memberi keringanan dalam perkuliahan.

Padahal kabut asap di asrama Edy setiap pagi selalu bertambah pekat. Tentunya aromanya sangat menyengat jika dipaksa untuk bernapas. “Malah sudah banyak yang batuk gara-gara kabut asap,” ungkapnya. 

Apa yang dikeluhkan mahasiswa berusia 18 tahun ini memang benar terjadi berdasarkan pantauan di lapangan. Sekitar pukul 12.30 saja, kawasan kampus UIN Antasari yang berlokasi di Jalan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Utara masih diselimuti asap tebal karhutla. Bahkan, hutan rawa di sekeliling kampus hijau ini juga sudah hangus dilalap api.

Akbar juga merasakannya di kampus UIN Antasari di Banjarbaru itu. “Kalau siang saja tebalnya begini, apalagi pagi. Pastinya sangat mengganggu,” bandingnya.

Akbar membeberkan pihak kampus belum mengeluarkan kebijakan mengenai kondisi kabut asap ini. “Sampai-sampai banyak mahasiswa yang sudah mengajukan ke Dema (Dewan Mahasiswa) agar bisa membicarakan dengan pihak rektorat,” ujarnya. “Bagi beberapa orang, mungkin kondisi ini biasa saja. Tapi bagi yang mengidap asma, asap ini pasti sangat membahayakan kesehatannya,” tambahnya. 

ULM Tergantung Prodi

Hingga kemarin, kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kalsel. Langit biru tidak lagi terlihat. Utamanya di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar.

Merespons kondisi kabut asap yang semakin pekat, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan ULM, Iwan Aflanie mengatakan pihaknya mempersilakan Kaprodi (Kepala Program Studi) untuk menentukan sistem perkuliahannya masing-masing. “Seandainya ingin memberlakukan kuliah daring untuk sementara waktu, Rektorat tidak akan menghalangi. Tergantung prodi saja lagi,” ucapnya, Rabu (4/10) sore.

Iwan meminta setiap kaprodi untuk memperhatikan kondisi serta dampak kabut asap yang terjadi dengan kesehatan dosen dan mahasiswanya.

Jika masih memakai kuliah tatap muka, Iwan meminta agar pihak kampus untuk memperhatikan disiplin penggunaan masker. Baik di luar maupun dalam ruangan. “Jadi, saat ini kita belum mewajibkan semua perkuliahan secara daring. Tapi, aturan secara umum memungkinkan kuliah daring, tergantung situasi dan kondisi masing-masing,” jelasnya.

Hal berbeda diungkapkan Rektor UIN Antasari, Prof Mujiburrahman. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan sistem kuliah tatap muka. Menurutnya, pemerintah daerah juga belum mengeluarkan edaran untuk mendaringkan proses belajar-mengajarnya. “Kami mengikuti pemerintah daerah. Karena yang boleh diliburkan itu hanya sampai tingkat SMP dan Aliyah saja. SMA saja nggak libur, masa anak kuliah mau libur? Jadi mau apa maksudnya ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia membeberkan memang ada yang mengajukan ke pihaknya untuk meliburkan kegiatan asrama mahasiswa di kampus UIN Antasari di Kota Banjarbaru.

“Saya kasih tau ya! Kegiatan di asrama itu lokasinya di dalam. Bukan di luar ruangan. Jadi kalau kegiatannya libur, ngapain diadakan asrama seperti salat berjemaah, ngaji bersama. Kok malah mau diliburkan,” ujarnya. “Di mana logikanya?,” tukasnya.

Ia menilai kondisi kabut asap di sekitar kampus UIN Antasari di Banjarbaru masih dalam kategori aman, dan belum sampai mengganggu mahasiswa. “Coba Anda lihat sendiri ke asrama. Jangan hanya menurut kabar-kabar yang nggak benar,” katanya.

Saat ditanya mengenai apakah ada imbauan agar mahasiswa bisa mengenakan masker saat beraktivitas, Mujib mengaku hal itu tidak perlu dilakukan. “Mereka sudah dewasa. Masa harus diperintah dulu, baru memakai masker. Secara otomatis mereka pasti pakai masker,” ucapnya, lantas tertawa terkekeh.(zkr/gr/dye)

Editor : izak-Indra Zakaria