Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ini Loh yang Gagalkan Adipura Kencana Kota Banjarmasin

izak-Indra Zakaria • Rabu, 16 Januari 2019 - 17:10 WIB

BANJARMASIN – Pasar Kalindo Banjarmasin salah satu faktor yang menjegal Banjarmasin meraih Adipura Kencana. Penilaian di sektor ini jauh dari ambang batas yang ditentukan oleh tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Mukhyar menyebut nilai yang diraih Banjarmasin di sektor tata kelola pasar di bawah 70.

Tak hanya itu, penilaian di sektor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarmasin juga tak mampu melebihi ambang batas yang ditentukan.

“Tata kelola pasar yang kita ajukan nilainya masih rendah. Ini salah satu penyebab kita tak bisa meraih Adipura Kencana,” tutur Mukhyar usai menyerahkan Piala Adipura Kirana kepada Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina di Balai Kota, kemarin (15/1).

Pemko sejak awal mengusulkan Pasar Kalindo yang berada di Jalan Belitung Darat untuk dinilai. Pasar swasta ini digadang mampu mendongkrak penilaian di sektor ini. Pasalnya, dibandingkan dengan pasar swasta lain, Kalindo lebih siap dan memang lebih tertata rapi.

Namun untuk mengelola secara maksimal Pasar Kalindo, pihaknya cukup kesulitan. Tak bisa jor-joran menganggarkan dana untuk membantu. Berbeda ketika pasar tersebut milik pemerintah. Suntikan dana akan mudah digelontorkan.

“Ini salah satu kendala kita,” tukasnya.

Meski demikian, Mukhyar masih bisa berbangga. Banjarmasin mampu mempertahankan Piala Adipura Kirana yang ke-4 kalinya. Pasalnya, penilaian tahun lalu untuk meraih predikat daerah yang peduli terhadap lingkungan, syaratnya semakin kompleks.

“Adipura Kencana hanya diraih Kota Surabaya. Kota besar lainnya pun tak dapat. Kita masih bisa bersyukur masih mendapat Adipura Kirana,” ucap Mukhyar.

Kondisi pasar yang menjadi penghalang diraihnya Adipura Kencana diakui Ibnu Sina. Menurutnya, penilaian tata kelola pasar ini yang membuat target Banjarmasin untuk meraih Adipura Kencana lepas.

Ibnu menyebut faktor lain soal tata kelola TPA yang sampah-sampahnya masih campur baur atau tak terpilah. Bahkan hanya ditimbun begitu saja.

“Soal pasar, saya berharap Pasar Antasari milik Pemko persoalan di pengadilan beres. Supaya pasar itu akan betul-betul disiapkan,” ujar Ibnu.

Meski tak mendapat Adipura Kencana, Ibnu tak merasa kecewa. Malah dia terlihat bangga karena Banjarmasin mampu mempertahankan prestasi sebelumnya. Inovasi pengurangan sampah plastik salah satu faktor penyelamat diraihnya Adipura Kirana tahun ini.

“Inovasi ini terus didorong oleh kementerian,” beber Ibnu.

Banjarmasin pada tahun ini sebenarnya juga mendapat penghargaan terhadap kinerja pengurangan sampah dan Adiwiyata Nasional. Tiga piala ini tiba di Balai Kota tepat pukul 15.30 Wita.

Ratusan petugas kebersihan dan komunitas kebersihan turut menyambut Adipura Kirana ke-4 ini. Sebelum menuju Balai Kota, Adipura diarak jalan kaki mulai depan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin.

Kejadian menarik terjadi ketika arak-arakan jalan kaki tersebut melintasi tugu Adipura di Jalan RE Martadinata. Ibnu secara spontan menaiki bagian pembatas tugu sembari menunjukkan Adipura asli yang dipegangnya ke replika tugu Adipura.

“Ini sebuah kebanggaan bagi seluruh warga Banjarmasin. Piala Adipura ke-4 ini kami persembahkan kepada seluruh warga kota, khususnya bagi yang peduli lingkungan,” tuntasnya.(mof/at/dye)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Banua Prestasi #Banua Pemerintahan