Menyusul keberhasilan pengurangan kantong plastik. Walikota Banjarmasin, Ibnu sina menggaungkan gerakan 1.000 tumbler. Gerakan ini tak hanya menyasar ASN Pemko. Dia juga menggiatkan ke beberapa sekolah.
Kemarin, Ibnu secara khusus menyosialisasikan ke SMPN 24 Banjarmasin. “Ini sebagai upaya mempertahankan predikat pioner pengurangan sampah plastik,” kata Ibnu kemarin.
Ibnu menyebut, pengurangan kantong plastik belum secara maksimal dilakukan oleh para siswa sekolah.
“Penggunaan kantong plastik harus ditekan. Di kalangan pelajar ini harus disosialisakan lebih aktif,” cetusnya.
Untuk itu, dia mengajak kepada siswa agar membudayakan dengan membawa tumbler. Dia sendiri tiga bulan terakhir kesana kemari, aktif menjinjing tempat minum ini.
“Ini juga harus menjadi tren. Agar, penggunaan kantong plastik terus ditekan,” ucapnya.
Selain menyosialisasikan penggunaan tumbler. Ibnu juga melakukan penanaman pohon sebagai upaya penghijauan kota. Tak hanya itu, Ibnu juga melantik siswa-siswi SMPN 24 Banjarmasin sebagai duta kebersihan Kota Banjarmasin.
“SMPN 24 ini adalah sekolah adiwiyata nasional dan terbaik se Kalsel. Saya ingin, sekolah ini menjadi pioneer sekolah lain,” harapnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, untuk memfasilitasi para siswa, pihaknya akan menggandeng perusahaan untuk memberikan dana CSR mereka agar para siswa memiliki tumbler semua.
“Ini yang akan kami upayakan. Namun, yang paling penting, penggunaan tumbler ini adalah edukasi pentingnya pengurangan sampah plastik,” ujar Totok.
Di SMPN 24 Banjarmasin sendiri diungkapkan Plt Kepala SMPN 24 Banjarmasin Aminsyah, hanya 85 persen yang aktif membawa tumbler. Pihaknya tak ingin memaksa kepada para siswa untuk membawa tumbler ke sekolah.
“Kami pelan-pelan mengedukasi siswa, betapa pentingnya pengurangan sampah plastik,” kata Amin. (mof)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin