BANJARBARU - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarbaru terjadi peningkatan. Di awal tahun 2019 saja, hampir ada 100 kasus DBD yang ditemui dan tersebar di beberapa wilayah.
Upaya Pemerintah untuk mencegah DBD tampak sudah dilakukan. Baik dengan sosialisasi pencegahan hingga melakukan fogging di daerah rawan. Tetapi sayang kasus DBD tidak juga berkurang, apalagi sirna.
Memandang hal ini, Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, M Subakhi mengatakan bahwa harus ada kesamaan visi dan kesadaran antara masyarakat serta pemerintah. Dalam hal ini untuk mencegah kasus DBD di lingkungannya.
"Iya harus ada sinergisitas antara masyarakat dan pemerintah dalam penanganan DBD ini. Karena tidak bisa hanya dibebankan ke satu pihak, tapi pihak lain harus turut mendukung," katanya.
Disebut Subakhi, dari pengamatannya selama ini masyarakat banyak yang belum memahami tentang nyamuk penyebab kasus DBD itu.
"Kalau pun ada kasus mau langsung di fogging. Padahal fogging tidak menyelesaikan masalah karena tidak membasmi jentik-jentiknya," ujarnya.
Oleh sebab itulah, Subakhi mengharap agar masyarakat serius dalam bersama-sama mencegah kasus DBD ini.
"Saya sudah ada beberapa kali waktu sosialisasi selalu menyisipkan materi tentang menjaga kebersihan di lingkungan. Sebab jentik-jentik itu malah ada di tempat genangan air yang bersih, seperti kaleng, pot-pot bunga bahkan di tempat tumpahan air dispenser juga ada. Jadi ayo bersama cegah DBD dari lingkungan sendiri dulu," pesannya. (rvn/al/bin)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin