Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jelang Haul, Jalan Berlubang Belum Ditangani

berry-Beri Mardiansyah • Minggu, 3 Maret 2019 - 14:54 WIB

BANJARBARU --Sepekan jelang peringatan puncak haul KH Zaini bin Abdul Ghani, sejumlah titik jalan yang berlubang di wilayah Banjarbaru belum juga ditangani.

Padahal, berkaca pada haul tahun lalu kondisi jalan sangat mempengaruhi lalu lintas para jemaah. Apalagi, mereka bakal pulang malam hari dengan kondisi jalan yang padat. Lubang di tengah jalan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Salah satu titik jalan yang belum ditangani ialah Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar. Di sana terdapat sejumlah lubang yang membahayakan para pengguna jalan. Meski berdiameter tak sampai setengah meter, namun lubang-lubang yang ada di sana cukup dalam.

Jalan itu sendiri menjadi akses jemaah Haul Guru Sekumpul yang datang dari Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru. Juga jemaah dari Kota Banjarmasin yang lewat Jalan Trikora.

Di sepanjang Jalan Trikora juga terdapat beberapa titik lubang yang lumayan dalam. Salah satunya berada tidak jauh dari lampu lalu lintas di persimpangan antara Jalan Trikora dan Jalan Mistar Cokrokusumo.

Saat dikonfirmasi, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaa Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru Eka Yuliesda menyampaikan bahwa dua ruas jalan tersebut kabarnya akan ditangani Pemprov Kalsel. "Besok (hari ini) kami komunikasikan lagi dengan pemprov, apakah segera ditangani atau tidak," katanya.

Jika tidak segera dibenahi oleh Pemprov Kalsel, pihaknya bersedia untuk menanganinya demi kelancaran Haul Guru Sekumpul.

"Kami komunikasikan dulu ke pemprov, kalau tidak nanti lubang kami tambal sementara," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib berjanji akan melakukan pemeliharaan jalan pada H-7 pelaksanaan Haul Guru Sekumpul. "Nanti jalan yang berlubang bakal kami tambal," ucapnya.

Ruas jalan mana saja yang perlu ditangani untuk kelancaran haul? Dia menyebut, sesuai kewenangan mereka jalan berstatus provinsi yang kondisinya membutuhkan penanganan hanya Jalan Mistar Cokrokusumo. "Jalan provinsi yang lain kondisinya masih mantap," ujarnya.

Usai peringatan haul, pria yang akrab disapa Yasin ini menyampaikan bahwa ruas jalan jurusan Banjarbaru - Bati-Bati tersebut juga bakal diaspal total. "Sekarang kita masih melakukan lelang untuk proyek pengaspalannya," paparnya.

Dia mengungkapkan, selain Jalan Mistar Cokrokusumo. Jalan PM Noor jurusan Simpang Empat Banjarbaru menuju Simpang Tiga Tahura Sultan Adam juga bakal dipadati jemaah.

"Selain itu, Jalan Martapura Lama dan Jalan Lingkar Binuang juga jadi akses jemaah menuju Sekumpul," pungkasnya.

 

Larangan Truk Jadi Tiga Hari

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan mengeluarkan rekomendasi penting jelang Haul Guru Sekumpul. Surat pertanggal 1 Maret 2019 itu melarang truk besar melintas di Martapura dari 9 Maret hingga 11 Maret 2019 .

Keputusan akhir ini akhirnya menyelesaikan polemik larangan melintas untuk truk besar. Sebelumnya, Pemerintah Banjar menganggap larangan melintas selama dua hari, karena tidak ideal. Setiap tahun, kemacetan selaku terjadi tiap kepulangan Jemaah Haul.

Tidak semua kendaraan berat dilarang melintas. Kebijakan ini hanya membatasi kendaraan angkutan barang jenis tertentu, semisal pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan, kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan lebih dari 2 sumbu.

Kepala Dinas Perhubungan Banjar HM Aidil Basith mengatakan ada kendaraan yang tetap diperbolehkan. Diantaranya, pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, dan barang antaran pos. Termasuk juga kendaraan angkut bahan — bahan ekspor dan impor industri rumahan ke pelabuhan atau sebaliknya.

"Alhamdulillah, keputusan melarang truk besar selama 3 hari disetujui. Adapun penambahan rambu jalan khusus jalur jemaah sudah terpasang. Tinggal membuat larangan melintas untuk kendaraan angkutan barang pada sisi Kiri jalan, “ kata Aidil Basith kemarin.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Perhubungan Darat Dishub Banjar Faisal menjelaskan, rekayasa lalu lintas sesuai rapat antara Dishub Provinsi, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Provinsi Kalimantan Selatan, Dirlantas Polda Kalsel.

"Kebijakan ini bisa jadi solusi mencegah Crowded di jalan raya ketika jemaah pulang ke tempat asal, “ ungkapnya.(mam/ris/ran)

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#Banua Haul Guru Sekumpul ke-14