BANJARBARU - Tokoh literasi nasional Gola Gong mengunjungi perpustakaan daerah Banjarbaru, Rabu (24/7) pagi kemarin. Dalam kunjungan itu, penulis Balada SI Roy ini melakukan penelitian perkembangan dunia literasi di Banjarbaru.
Pendiri Rumah Dunia ini mewawancarai sejumlah tokoh sastrawan dan penggerak dunia literasi di Banjarbaru. Di antaranya, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pustarda) Banjarbaru Radius Ardanias Hadariah, sastrawan Arifin Noor Hasby, Hudan Nur, Sandi Firly dan Randu Alamsyah.
"Saya termasuk iri dengan kota Banjarbaru," ucapnya di sela-sela wawancara untuk kanal youtube-nya itu. "Di Serang, kota saya, belum seperti Banjarbaru yang aktivitas dan komunitas literasinya sangat aktif," ucapnya.
Pria bernama asli Heri Hendrayana Harris ini juga menanyakan peran-peran pemerintah atas pemberdayaan komunitas literasi di Kalsel. Dia mendorong pemerintah untuk lebih aktif menfasilitasi para sastrawan dan penulis.
Kepala Pustarda Radius Ardanias Hadariah mengatakan pihaknya selama ini menfasilitasi kegiatan-kegiatan komunitas literasi dan para sastrawan di Kalsel. "Kami berusaha melakukan apa yang kami bisa sepanjang sesuai prosedur, ucapnya yang mencontohkan selalu menyediakan tempat berkegiatan untuk para sastrawan.
Dia mengatakan Rainy Day Festival, acara sastra tahunan yang digelar di Banjarbaru juga adalah perayaan para komunitas sastra dan penulis-pembaca di Banjarbaru. "Pemerintah menfasilitasi dan para komunitas dan relawan sebagai penggeraknya," ucapnya.
Arifin Noor Hasby, sastrawan kawakan, mengapresiasi kedatangan Gola Gong ke Banjarbaru. "Saya sudah lama ingin bertemu, akhirnya bisa bertemu hari ini," ucapnya bangga.
Gola Gong sendiri hadir di Kalsel sebagai motivator literasi. Lelaki berusia 56 tahu berkeliling di kota-kota kabupaten bekerjasama dengan Balai Bahasa Kalsel untuk mengajar dan berseminar serta melihat pemberdayaan gerakan literasi di Indonesia. (ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin