BANJARBARU - Kemarin, kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banjarbaru kedatangan dua pasangan Bakal Calon (Bacalon) Pilwali. Kedua pasangan ini yakni, duet petahana; Nadjmi-Jaya serta duet penantang; Aditya-Iwansyah. Keduanya sama-sama menyerahkan berkas pendaftaran ke DPD PKB.
Meski datang di hari yang sama. Namun, waktu kedatangan mereka berbeda. Pasangan petahana hadir dari pukul 14.00 wita, sementara pasangan penantang hadir dua jam setelah.
Dalam sesi penyerahan berkas oleh pasangan inkumben maupun penantang. Pihak DPD PKB menghadirkan seluruh pengurusnya. Baik di tingkat DPC, PAC hingga juga mengundang perwakilan DPW Kalsel.
Kehadiran seluruh pengurus ini dimaksudkan sebagai penutup prosesi penyerahan berkas. Yakni, kedua pasangan Bacalon bakal diajak memaparkan visi misinya di hadapan pengurus PKB. Lengkap dengan dialog dari kandidat serta pengurus hingga panelis yang dihadirkan Parpol.
Pasangan Nadjmi-Jaya sendiri tiba bersama relawan dan timnya. Semua tampak kompak mengenakan seragam tim pemenangan berwarna putih dengan motif beberapa warna.
Seusai menyerahkan berkas, mereka langsung memaparkan visi misinya. Setelah berdialog kurang lebih 1,5 jam. Pasangan ini meninggalkan kantor DPD PKB. Mereka melanjutkan lawatan politiknya untuk mengambil formulir pendaftaran di DPC PKS Banjarbaru.
Terkait penyerahan berkas ke DPC PKB. Nadjmi saat ditanya wartawan memaparkan jika pihaknya memang serius ingin mendapatkan dukungan PKB. Hal ini untuk memenuhi jalur parpol yang memang telah dipilih oleh mereka.
"Kesempatan ini kami gunakan menyampaikan visi misi, dan kami akui ini belum tuntas karena memang perlu waktu. Yang jelas, kita berharap jika berkenan PKB dapat memberikan dukungannya," katanya.
Untuk meyakinkan PKB, pasangan inkumben turut menyerahkan hasil survei dari LS Indikator. Yang mana diklaim Nadjmi, bahwa dari hasil survei tersebut pihaknya mendapat keunggulan dari calon rivalnya.
Kemudian, Najdmi juga menyebut bahwa pihaknya menangkap ada dukungan dari kader-kader PKB kepadanya. Hal ini klaim Nadjmi lantaran ada sebuah sinyal dari kader PKB ketika ia menyampaikan paparannya. Yakni disebutnya ada beberapa kader yang turut berucap kata "Lanjutkan" ketika ia tampil. Kata Lanjutkan sendiri syarat akan kaitannya dengan Dua Periode bagi petahana.
Ia pun mengakui hal ini. Diungkapnya ia menangkap ada suasana kebatinan dengan PKB. "Rata-rata (kader) menyatakan lanjutkan, ini pertanda dan ditangkap oleh pengurus serta kader bahwa menginginkan Nadjmi-Jaya," ujarnya.
Atas hal ini, Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririek Sumari menegaskan bahwa tak mau mengamini secara dini jika hal tersebut berarti sebuah sinyal pasti pihaknya akan merapat ke petahana. Sebab, menurutnya segala macam keputusan tetap akan ditetapkan oleh tingkat pusat.
"Soal ini, kita serahkan kepada DPC, PAC dan juga perwakilan DPW. Tentu ini akan jadi catatan tersendiri, karena semua yang disini punya hak menentukan Bacalon yang mereka dukung. Tapi intinya, DPC belum memberikan sinyal apapun," konfirmasinya.
Ditanya terkait modal yang ditawarkan Nadjmi-Jaya dengan hasil survei dari Indikator. Ririk mengatakan kalau hasil survei tersebut akan jadi pertimbangan mereka. Selain hasil rangkuman paparan visi misi dan dialog.
"Tentunya ada, ini sesuai dengan arahan DPP bahwa ada hasil polling yang jadi berkas. Jadi ini akan kita sampaikan, tapi kita di DPC belum berani berspekulasi soal hasil ini," tambahnya.
Sebelum meninggalkan DPC PKB, Nadjmi-Jaya kembali menegaskan bahwa pihaknya akan mendaftar di semua parpol yang membuka pendaftaran. Ini terangnya sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan pihaknya kepada Parpol yang ada di Banjarbaru.
Sejauh ini, pasangan ini sudah menyerahkan berkas pendaftaran di beberapa parpol. Yakni PDIP, Golkar, Nasdem serta PKB. Disebutkan jika pihaknya juga akan mendaftar ke PKS serta Gerindra dalam waktu dekat.
Berselang kurang lebih 20 menit usai pasangan Nadjmi-Jaya beranjak. Pasangan penantang; Aditya-Iwansyah tiba di kantor DPC. Mereka turut didampingi oleh tim dan relawan. Rombongan kompak mengenakan seragam berupa hoodie berwarna abu dengan tulisan #BanjarbaruJuara di bagian dada depan.
Sejurus kemudian, pasangan ini langsung menyerahkan berkas pendaftaran. Berkas juga langsung diterima oleh Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari. Juga disaksikan pengurus PKB baik di tingkat DPC, PAC hingga perwakilan DPW Kalsel.
Meskipun, Aditya sendiri telah menegaskan secara target koalisi Parpol ia tak begitu memikirkan jumlahnya. Namun katanya, pihaknya juga berharap dukungan serta usungan oleh PKB untuk bergabung di koalisinya. Hal ini ujarnya dibuktikan dengan mengembalikan berkas secara langsung dan berpasangan.
"Alhamdulillah kami pasangan Aditya-Iwansyah telah menyerahkan berkas pendaftaran. Ini parpol yang ketiga setelah PDIP dan Golkar," katanya usai menyerahkan berkas.
Aditya sendiri memaparkan alasannya melamar PKB. Dari penilaiannya, ia berucap kalau pihaknya yakni di PPP punya kedekatan secara emosional dan ideologi dengan PKB. Diketahui sendiri, Aditya menjabat sebagai ketua DPW PPP Kalsel. Ia pun telah mendapatkan SK dari DPP PPP terkait pencalonannya bersama Iwansyah.
Kedekatan tersebut papar Aditya adalah ihwal basis dari PPP serta PKB. "PKB dengan kita (PPP) sama-sama berbasiskan agama dan NU (Nahdatul Ulama), nah ini salah satu kedekatan kita," katanya.
Lanjutnya, sisi historis antara PPP dan PKB juga jadi modal dan pertimbangan penting. Lantaran, saat Pilgub 2005 silam, kedua parpol dengan warna hijau ini berhasil memenangkan pasangan Rudy Ariffin-Rosehan saat itu.
"Mudah-mudahan silaturahmi ini terus berjalan dan juga mudah-mudahan bisa memenangkan di Pilkada (Pilwali Banjarbaru 2020) nanti. Karena kami sangat berharap PKB bisa bergabung dengan kami membangun koalisi dan membangun kota Banjarbaru," jujur Aditya.
Terkait ungkapan Aditya soal nilai historis antara PPP dan PKB. Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari menanggapi jika hal tersebut memang jadi sebuah pertimbangan bagi partainya.
"Tentunya jadi suatu pertimbangan, akan tetapi dari semua kandidat yang mendaftar di kita, semuanya akan kita serahkan kepada kader. Semuanya juga mendengarkan apa yang jadi visi misinya, nah ini juga yang akan jadi pertimbangan," jawabnya.
Ditambahkan Ririk, pihaknya akan berusaha netral sebelum SK dari pusat turut. "Secara garis besarnya dari awal sudah kita sampaikan kita bahwa kita akan mengakomodir semua kandidat Bacalon yang mendaftar ke kita," tegasnya.
Sebelum menutup wawancara, Aditya juga ditanya tanggapannya soal hasil survei yang sebelumnya digaungkan petahana. Yang mana secara hasil persentase, ia bisa dikatakan tertinggal dari rivalnya di petahana.
"Survei itu kan dinamis, setiap hari, setiap minggu pasti berubah. Saya juga dapat bocoran hasilnya dari Indikator, selisihnya juga tidak begitu jauh. Bahkan kami bangga, karena yang baru deklarasi dua bulan versus empat tahun, kita bisa membayangi bahkan hampir menandingi, ini suatu modal besar kami maju," bebernya.
Dilanjutkan lagi bahwa hasil survei pun katanya juga bisa berbeda dengan hasil akhir. Makanya sebutnya tak masalah kompetitornya mengklaim. "Silakan mengklaim," katanya.
Sama halnya dengan pasangan Petahana, Aditya-Iwansyah juga menjalani sesi dialog dan pemaparan visi misi. Yang mana hasil dialog juga akan jadi bahan pertimbangan sekaligus instrumen rekomendasi DPC ke tingkat selanjutnya.
Terkait bakal calon lainnya yang ingin meminang PKB. Ririk menyebut jika sejauh ini hanya memang dua paket pasangan yang menyerahkan berkas. "Ada satu bakal calon sebenarnya yang sudah mengambil formulir atas nama Dokter Abdul Halim, namun hingga sekarang tidak menyerahkan berkas dan kita hubungi juga tidak ada respons," pungkasnya. (rvn/ram/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin