BANJARMASIN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) benar-benar selektif dalam memilih bakal calon kepala daerah yang akan di usung pada Pilkada. Tidak hanya unggul dalam meraih simpatik pendukung saja tapi harus paham tatanan pemerintahan.
Pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wajib mengikuti sekolah calon kepala daerah.
“Bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP wajib mengikuti sekolah kepala daerah yang diadakan oleh partai,” kata Sekretaris DPD PDIP Kalsel, M Syaripuddin, kemarin (30/10).
Dhin, demikian dia sering disapa, ketika memilih seseorang untuk maju pada Pilkada tidak sembarang, melainkan harus melalui sebuah proses mekanisme yang benar-benar selektif. Apapun latar belakang calon yang diusung, baik pegawai negeri, pengusaha, tokoh masyarakat maupun kader partai.
“Kita memang benar-benar persiapkan seseorang menjadi pemimpin yang mumpuni, tidak sembarangan,” cetusnya, pria yang sekarang duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel.
Sekolah kepala daerah ini dimiliki PDIP sejak lama. Karena partai sejak awal menekankan pentingnya kepemimpinan. Tujuannya supaya tercipta untuk kepentingan masyarakat, tidak hanya berorientasi pada kekuasaan dan ambisi pribadi saja.
Sebelum mengusung seseorang sebagai calon, PDIP telah melakukan penjaringan. Penjaringan dilakukan di seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada, Pilwalu maupun Pilgub. Siapa saja boleh mendaftar, kader partai, tokoh masyarakat atau datang dari latarbelakang apapun.
“Siapa nantinya yang dipilih untuk didukung partai, tergantung keputusan pusat didasari pemaparan dari Tim DPD dan DPC,” pungkasnya. (gmp/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin