BANJARMASIN - Seringnya peristiwa musibah kebakaran di Banjarmasin, menyebabkan alokasi dana bantuan musibah kebakaran dari APBD 2019 sudah ludes sebelum akhir tahun.
Pasalnya, APBD 2019 untuk dana bantuan kebakaran yang dianggarkan untuk Dinas Sosial Banjarmasin hanya sebesar Rp180 juta. Terbilang kecil.
Bahkan, setelah ditambahkan Rp120 juta dari APBD Perubahan 2019 juga sudah habis. Semua telah dipakai untuk membantu korban kebakaran.
Tak mau terulang, DPRD Banjarmasin melalui Komisi I berencana menambah alokasi anggaran untuk bantuan korban kebakaran pada tahun depan.
"APBD 2020 diusulkan anggarannya menjadi sebesar Rp700 juta," ungkap Anggota Komisi I DPRD Banjarmasin Taufik Husin, kemarin (15/11).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, kenaikan anggaran ini sebagai bentuk keprihatinan wakil rakyat terhadap ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggalnya.
Dia berharap, usulan anggaran tersebut bisa disetujui dan disahkan saat rapat penggodokan rancangan anggaran nanti.
Dia menilai, anggaran tersebut sangat wajar. Mengingat bencana yang terjadi di Banjarmasin hanya kebakaran. Dan di Banjarmasin hampir setiap hari terjadi kebakaran. Tak jarang menimpa permukiman padat.
"Jadi, tahun depan dewan tidak ingin lagi mendengar korban kebakaran yang mengeluhkan tidak mendapat bantuan. Dengan alasan Dinsos kehabisan anggaran untuk musibah kebakaran," imbuhnya.
Soal nilai bantuan, besarannya masih sama, yakni Rp2,5 juta untuk satu kepala keluarga yang rumahnya jadi korban kebakaran.
Lalu bagaimana jika terjadi kebakaran besar lagi? Sementara masih ada 1,5 bulan sampai tahun anggaran 2019 berakhir. Taufik berharap, ada dana talangan.
"Jika bisa jadikan talangan. Sehingga bisa diberikan kepada korban kebakaran yang telah terjadi belum lama ini. Seperti kebakaran besar di Pasar Batuah," harapnya.
Selasa (12/11) siang, terjadi kebakaran besar di Jalan Manggis Gang Silaturahmi. Sebanyak 26 rumah ludes terbakar. Tak kurang dari 78 jiwa kehilangan tempat tinggal. (hid/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin