Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berry Nahdian Forqan, Wakil Bupati HST di Mata Istri dan Rekan Aktivis

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 13 Desember 2019 - 18:34 WIB

Usaha keras tidak pernah mengkhianati hasil. Mungkin, itulah kalimat yang tepat menggambarkan sosok Berry Nahdian Forqan. Beralih dari dunia aktivis ke politisi, jalan yang ditempuhnya cukup berliku.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarbaru --

Aula Gedung Idham Chalid tampak ramai Kemarin (12/12) siang. Gedung yang terletak di Kompleks Perkantoran Gubernur Provinsi Kalsel, Banjarbaru ini dipadati tokoh masyarakat, aktivis, serta sejumlah pejabat di Kabupaten/Kota serta Provinsi di Kalsel.

Mereka adalah undangan dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah Berry Nahdian Forqan sebagai Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST). Berry menjabat di periode sisa masa jabatan tahun 2016-2021.

Berdiri tegap dengan setelan kostum berwarna putih. Lelaki kelahiran Barabai 24 November 1972, itu tampak lantang mengucapkan sumpah yang dibacakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Rentetan lampu kilat dari kamera wartawan pun bergantian mengabadikan momen pelantikan itu. Termasuk, ketika Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, menyalami Serta mengucapkan selamat bertugas kepada Berry Nahdian Forqan.

Seusai pelantikan, senyum dan gestur lelaki yang akrab disapa Berry, itu tak lagi tegang. Kini, dia terlihat lepas. Bahkan, dengan santainya menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh sejumlah wartawan.

Seusai pelantikan, penulis menemui Tesy Haryani. Dia, adalah istri Berry Nahdian Forqan. Kepada Radar Banjarmasin, perempuan berkerudung itu menuturkan bahwa sejak menjadi aktivis hingga kini, sikap suaminya tak berubah. Masih sederhana.

“Sebagai contoh, dibandingkan harus berpakaian formal seperti pada pelantikan tadi, bapak lebih senang dengan kostum santai. Jadi jangan heran kalau melihat bapak rada tegang. Bapak perlu penyesuaian,” ucapnya, seraya tersenyum.

Berry, dikenal dengan latar belakangnya yang merupakan seorang aktivis. Dia menjadi aktivis lingkungan sejak menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Kalsel. Selain aktif di mahasiswa pencinta alam, dia juga tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia.

Kemudian, juga turut menangani sejumlah organisasi yang sebagian di antaranya yakni menjadi Dewan Pengurus Save Our Borneo, Dewan Pengurus Yayasan CAPPA (Community Alliance for Pulp & Paper Advocacy), Dewan Pengurus Yayasan Cakrawala Hijau, hingga Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Kalimantan Wilayah Kalsel.

Apakah itu saja? Tentu tidak. Selain menjadi aktivis yang gemar berpakaian sederhana, Berry ternyata juga lebih menyukai memakan masakan rumahan dan menyantapnya di rumah bersama sang istri.

“Bapak sangat senang dengan masakan rumah. Jadi, biar sesibuk apapun, beliau pasti selalu menyempatkan diri makan di rumah. Sangat jarang makan di luar,” beber Tesy.

Kepada Penulis, Berry, juga tak menampik hal tersebut. Di antara sejumlah menu masakan, dia mengaku paling gemar menyantap nasi dengan lauk Ikan Kering Masak Asam atau menyantap nasi dengan Jaruk Tarap.

“Sejak dulu, saya senang sekali Jaruk Tarap,” ungkap Berry.

Terlepas dari hal tersebut. Tesy, mengaku sangat bersyukur melihat impian suaminya itu terkabul. Yakni, menjadi seorang pemimpin. Menurut Tesy, selain sosok Berry yang dipandangnya sangat penyayang, suaminya itu juga terbilang lelaki yang pekerja keras. “Sebenarnya, saya tak pernah sekalipun ada bermimpi jadi pejabat daerah, tapi pernah bermimpi jadi pemimpin,” tambah Berry.

Lantas, bagaimana sosok Berry di mata rekan sesama aktivis? Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyo mengatakan Berry merupakan sosok pengayom, selalu semangat, pembimbing, serta tidak pernah malu membawa identitas daerah ke mana pun dirinya pergi.

“Contoh kecil, ketika beliau memimpin Walhi Nasional. Meski berbahasa Indonesia, namun beliau selalu membawa logat Hulu Sungai. Ketika saya tanya, beliau mengatakan bahwa kita tidak perlu malu. Toh banyak dari daerah lain memakai logat dari daerahnya meskipun berbahasa Indonesia,” ucap lelaki berambut gondrong, itu.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang, Berry resmi menjadi Wakil Bupati mendampingi Bupati HST H A Chairansyah menjalanakan roda pemerintahan di Bumi Murakata.

Bagi Bupati HST, sosok Berry sendiri mungkin tidak begitu dikenalnya lebih jauh. Mengingat, sebelum ini Berry menurutnya lebih banyak beraktivitas di luar daerah. Baik di Provinsi mau pun pusat. “Meski begitu, saya tahu dan yakin, bahwa Berry adalah seorang pemuda energik dan penuh semangat. Yang tentunya dapat membuat roda pemerintahan lebih cepat dalam menanggapi sesuatu,” tuntas Bupati. (war/ay/ran)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Pemerintahan